Category Archives: Berita Perpustakaan

6 Dosen UiTM Visiting Lecturer ke Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FIP UPI Bandung

UPI Bandung, Rabu, 18 Oktober 2017, 6 orang dosen UiTM (Universiti Teknologi MARA) melaksanakan lawatan akademik ke Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, FIP UPI. Keenam orang dosen UiTM yang berkunjung di antaranya Puan Rafidah Abdul Aziz (Senior lecturer), Norshila Shaifuddin (Head, Center of Studies Library Management), Haliza Yahya (Senior Lecturer), serta Wan Nor Haliza Wan Mokhtar (Senior Lecturer), keempatnya merupakan dosen senior dari Library Management Program UiTM. Sementara dua dosen lainnya, Dr. Norhayati Husin (Deputy Dean), dan Dr. Wan Satirah Wan Mohd Saman (Senior Lecturer) dari fakultas yang sama dengan program berbeda, yaitu Research & Industrial Linkages. Maksud dan tujuan utama visiting lecturer ini adalah belajar mengenai Basic Bibliotherapy Workshop (BBW) bersama bunda Susan, selaku dosen matakuliah Biblioterapi di program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi UPI, praktisi biblioterapis sekaligus pendiri Komunitas Biblioterapi Indonesia (KBI).

Pagi hari pukul 07.00 WIB rombongan dosen UiTM disambut langsung oleh Susanti Agustina, Dr.Yooke Tjuparmah, Hana Silvana, Angga Hadiapurwa, dan Gema Rullyana,  selaku perwakilan dosen prodi perpusinfo. Ketua Prodi Perpusinfo, Dr Riche Chyntia, kala itu berhalangan hadir karena harus memenuhi undangan Perpusnas RI ke Jakarta. Sebagai kegiatan informal di pagi hari, para tamu diajak berkeliling lingkungan UPI menggunakan mobil odong-odong UPI. Rombongan juga berkesempatan untuk memasuki gedung rektorat, menikmati pemandangan hingga  berfoto di gedung Isola, napak tilas gedung peninggalan bersejarah yang menjadi ikon UPI. Setelah puas menjelajahi gedung Isola, dilanjutkan visit lecturer ke kelas mata kuliah “psikologi perpustakaan” di lt.3 ruang bookstore FIP. Keenam dosen UiTM masing-masing memberikan kuliah singkat dan motivasi kepada mahasiswa Perpusinfo angkatan 2017. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk tanya jawab. Meski singkat, namun pasti terdapat banyak manfaat.

Selepas visiting lecturer di kelas, rombongan ditemani  menuju  perpustakaan UPI. Di perpustakaan UPI ketika itu sedang berlangsung berbagai macam kegiatan perlombaan menarik. Meski kondisi perpustakaan sedang sibuk karena perlombaan dan renovasi gedung, namun penerimaan dari pihak pustakawan perpustakaan UPI begitu ramah dan menyenangkan. Rombongan disambut dan diajak berkeliling perpustakaan UPI. Setelah dari Perpustakaan UPI, rombongan dosen UiTM kemudian diterima secara simbolis di ruang rapat FIP UPI oleh Wadek 1, Dr. Rudi Susilana, beserta Ketua Depkurtekpend, Dr Laksmi Dewi, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan siang. Sajian khas Jawa Barat, nasi tutug oncom dan kue tradisional di nampan, menambah cita rasa khas Indonesia. Usai makan siang dan ramah tamah, rombongan dosen UiTM diajak untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di masjid Al Furqon. Tak ketinggalan, setelah menunaikan sholat, meski rintik gerimis siang itu, rombongan dosen UiTM ditemani Susanti Agustina (dosen prodi perinfo) dan Ridwan Sutisna (dosen prodi tekpend) menuju museum Pendidikan Nasional UPI, hingga sore hari.

Keesokan harinya, Kamis 19 Oktober 2017 rombongan berkunjung ke Eco Bambu Cipaku untuk memulai kegiatan inti, yaitu belajar mengenai Basic Bibliotherapy Workshop (BBW). Kegiatan BBW yang semula diperuntukkan bagi dosen tamu UiTM, akhirnya dibuka secara umum karena melibatkan anggota KBI yang telah menerapkan biblioterapi di bawah pembinaan bunda susan, untuk berbagi pengalaman mengenai perkembangan biblioterapi di Indonesia. Dalam BBW mereka belajar mengenai Sejarah Biblioterapi di Indonesia, Didactic Bibliotherapy, hingga menyerap pengalaman implementasi biblioterapi dari anggota Komunitas Biblioterapi Indonesia (KBI), baik secara online maupun offline. Peserta BBW  yang hadir berjumlah 30 orang, mereka adalah delegasi dari berbagai wilayah di Indonesia. Setelah mengikuti BBW mereka yang lulus mendapatkan sertifikat basic bibliotherapy sebagai prasyarat mengikuti Thematic Bibliotherapy untuk meningkatkan kompetensi menjadi biblioterapis. Biblioterapis merupakan salah satu kompetensi “librarian as specialist“. Di tengah euforia teknologi informasi modern, keterampilan biblioterapis amat sangat mendesak, terlebih sebagai pendampingan bagi perkembangan dimensi kognitif, afektif, psikomotorik dan spiritual pengguna informasi baik melalui atau tanpa media.

Ke depan, kerjasama pengembangan biblioterapi antara Indonesia dengan Malaysia akan terus dikembangkan melalui kerjasama pendidikan/ pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, hingga pembentukan Federasi Biblioterapi Islami (Islamic Bibliotherapy Federation) berbasis Quran. Terapi buku/ biblioterapi dalam konteks kepustakawanan informasi yang sejatinya merupakan titah wahyu QS. Al Isra: 82, telah ada sejak 610 M. Kegiatan kunjungan ini pun disempurnakan dengan proyek wakaf buku anak-anak yang diinisiasi oleh Puan Rafidah Abdul Aziz dan disepakati oleh bunda Susan, yaitu tukar menukar buku anak-anak dari Malaysia dan Indonesia secara simbolis, sebagai tanda bermulanya kerjasama pengembangan biblioterapi bagi kedua negara. Tahniah! (Susanti/Red)

Study Tour Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi ke Malang dan Yogyakarta

UPI, Bandung. Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2015 melakukan “Study tour” ke Malang dan Yogyakarta. (7/11/2017)

Study Tour ini merupakan kegiatan kunjungan yang berkaitan dengan mata kuliah Manajeman Museum serta Aplikasi TIK di Perpustakaan. Kunjungan pada hari pertama yaitu ke Perpustakaan Universitas Brawijaya yang terletak di Malang. Mahasiswa beserta dosen diterima di Perpustakaan Universitas Brawijaya pada hari Rabu Jam 13.00 WIB oleh Pustakawan Perpustakaan Universitas Brawijaya dan langsung menuju tempat pertemuan. “Kegiatan ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa kami untuk mengetahui penerapan TIK di Perpustakaan Universitas Brawijaya, ungkap Gema Rullyana, M.I.Kom selaku dosen pengampu mata kuliah Aplikasi TIK di Perpustakaan.

Pada kunjungan hari kedua mahasiswa berkunjung ke museum satwa dan museum angkut di kota Batu, Malang. Museum Satwa merupakan bagian dari Jatim Park 2. Museum ini menyajikan satwa-satwa yang diawetkan dan fosil-fosil purba yang didatangkan dari berbagai Negara diseluruh benua, seperti benua Amerika, Afrika, Asia, Australia, Eropa, Artik, dan Antartika. Sesuai dengan tujuan didirikannya yaitu sebagai Lembaga Konservasi Ex-Situ Satwa Liar, maka seluruh satwa awetan yang ada di Museum Satwa diperoleh tidak dengan sengaja diburu tetapi diawetkan dari satwa yang telah mati. Museum Angkut merupakan museum transportasi dan tempat wisata modern yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur,sekitar 20 km dari Kota Malang. Museum ini terletak di kawasan seluas 3,8 hektar di lereng Gunung Panderman dan memiliki lebih dari 300 koleksi jenis angkutan tradisional hingga modern. Museum ini terbagi dalam beberapa zona yang didekorasi dengan setting lanscape model bangunan dari benua Asia, Eropa hingga Amerika. Di Zona Sunda Kelapa dan Batavia yang merupakan Replika Pelabuhan Sunda Kelapa, dihiasi oleh beberapa alat transportasi kuno seperti becak dan miniatur kapal. Zona Eropa juga di setting seakan-akan berada di jalanan kota-kota di Perancis dengan mobil-mobil kuno eropa. Kunjungan yang terakhir yaitu menuju museum ullen sentalu di Yogyakarta. Ullen sentalu adalah museum yang menampilkan seni dan budaya jawa.

Semoga dengan kegiatan study tour ini mahasiswa dapat menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan keilmuan tentang manajemen museum serta aplikasi TIK di Perpustakaan. (Ardiansah/Red)

FIP UPI menyelenggarakan Konferensi International

UPI, Bandung. Konferensi Internasional Pertama tentang Ilmu Pendidikan (ICES)  dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 3 November 2017, di Hotel Grand Tjokro, Bandung. Tahun ini, tema ICES adalah tantangan Pendidikan dan Abad 21. Melalui konferensi ini, kami mengundang para ahli, praktisi, dan pengamat pendidikan dari seluruh dunia untuk duduk bersama dalam mengeksplorasi berbagai isu dan debat mengenai penelitian, kebijakan, dan pengalaman pendidikan. Konferensi tersebut bertujuan untuk untuk mendefinisikan kembali makna pendidikan di abad 21.

Konferensi ini menghadirkan narasumber utama diantara adalah:

  1. Gunawan Zakki (UNESCO, Jakarta))
  2. Sui Lin Goei, Ph.D (Vrije Universiteit Amsterdam)
  3. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd. (Universitas Pendidikan Indonesia)
  4. Dr. Muhammad Ali, M.A (Universitas Pendidikan Indonesia)
  5. Annette Hellman (University of Gothenburg-Sweden)
  6. Ester B. Ogena (Philippine Normal University)
  7. Dr. H. Mohammad Fakry Gaffar, M.Ed (Universitas Pendidikan Indonesia)

Semoga dengan terselenggaranya acara konferensi international yang diselenggarakan oleh FIP UPI ini dapat memecahkan permasalahan berbagai isu pendidikan di abad 21. (Ardiansah/Red)

Ujian Sidang Skripsi Perpustakaan dan Sains Informasi periode XIX

UPI, Bandung. Departemen Kurikulum dan Teknologi Informasi Prodi Perpustakaan dan Informasi menyelenggarakan ujian sidang skripsi pada hari Selasa tanggal 24 Oktober 2017.

Peserta ujian sidang terdiri dari 8 peserta. Terdapat 3 ruangan untuk pelaksanaan ujian sidang yang setiap ruangannya terdiri dari 2 sampai 3 peserta.  Kegiatan ujian sidang skripsi ini diawali dengan pembukaan pada pukul 08.00 WIB, dibuka dan diresmikan langsung oleh Ketua Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan yaitu Dr. Laksmi Dewi, M.Pd. Setelah acara pembukaan peserta ujian sidang langsung menuju ruangan yang sudah ditentukan dan proses ujian berlangsung.

 

Peserta ujian sidang skripsi Prodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi Periode XIX, 24 Oktober 2017 sebanyak  8 peserta, yaitu:

  1. Aji Nazarudin A – 1105343
  2. Eva Nurfalah – 1301027
  3. Arizal Hasan M – 1301500
  4. Vebby Zilfania N – 1303804
  5. Hanafiati Nur I – 1303849
  6. Meydina Fauzia A – 1304685
  7. Neng Dewi K – 1305540
  8. Elvina Lintya Z – 1306433

Semua peserta dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. (Siva/Red)

Prodi Perpusinfo FIP UPI melakukan kunjungan ke UIN Sunan Kalijaga dan UGM

UPI, Bandung. Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FIP UPI melakukan benchmarking ke Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta (20/10/2017)

Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi melakukan benchmarking ke UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan studi banding berkaitan dengan perkuliahan, kurikulum serta kemajuan prodi perpustakaan dan Sains Informasi di Indonesia.

Kunjungan ke Prodi Perpustakaan dan Informasi UIN Sunan Kalijaga langsung diterima oleh Ketua Program Studi tersebut. Ketua Prodi Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menyambut baik kedatangan Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI. Kedua belah pihak langsung menyampaikan beberapa point penting mengenai kondisi kurikulum pembelajaran masing-masing. Begitupun dengan kunjungan ke Prodi Pascasarjana Peminatan perpustakaan dan Ilmu Informasi UGM, menelaah lebih lanjut mengenai keilmuan perpustakaan dan Informasi.

Semoga dengan kunjungan ini keilmuan perpustakaan dan Informasi bisa lebih berkembang dengan cara melakukan penelitian kerjasama antar kedua lembaga ini. (Ardiansah/Red)

Fakultas Ilmu Pendidikan ikut serta memeriahkan dalam acara PORDOSKA 2017

UPI, Bandung. Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pekan Olahraga Dosen dan Karyawan (PORDOSKA) dan Pekan Olahraga dan Seni Mahasiswa (PORSENI) pada tanggal 9 sampai dengan 13 Oktober 2017. Kegiatan PORDOSKA dan PORSENI yang diselenggarakan di UPI kampus Bumi Siliwangi, Jl. Dr. Setiabudhi no. 229 merupakan rangkaian peringatan Dies Natalis UPI yang ke-63.

Dalam kegiatan PORDOSKA dan PORSENI ini, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) khususnya Prodi Perpustakaan dan Informasi (Perpusinfo) baik dosen maupun karyawan, dan mahasiswa turut ikut ambil bagian dalam beberapa cabang pertandingan. Tidak jarang pula dosen, karyawan, maupun mahasiswa prodi Perpusinfo memberikan kontribusi pada tim agar FIP bisa memenangkan setiap pertandingan.

Rektor UPI, Prof. Dr. H. R. Asep Kadarohman, M.Si., menyatakan bahwa kegiatan PORDOSKA dan PORSENI diharapkan bisa menjadi sarana untuk menyatukan semua pihak demi mewujudkan visi dan misi universitas. Selain itu dengan dilaksanakannya kegiatan PORDOSKA dan PORSENI ini dapat membangun komunikasi dengan seluruh civitas melalui kebersamaan. Semoga segala harapan serta tujuan diadakannya PORDOSKA dan PORSENI dalam rangka peringatan Dies Natalis UPI ke-63 bisa terwujud sesuai dengan yang diharapkan. (Hafsah/red)

 

Dr. Dinn Wahyudin, MA, resmi mejadi Guru Besar bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum

UPI Bandung, Dr. Dinn Wahyudin, MA., yang merupakan dosen Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan resmi menjadi Guru Besar bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum. (06/10/2017)

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia menyerahkan Surat Keputusan Pengangkatan Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar kepada Dr. Dinn Wahyudin MA., dalam bidang ilmu Pengembangan Kurikulum berdasarkan SK Nomor 88028/A2.3/KP/2017. Menjadi seorang profesor atau Guru Besar merupakan suatu penghargaan tertinggi di lingkungan akademik, guru besar memiliki tugas dan tanggungjawab yang dapat memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat serta dapat menjawab tantangan yang semakin kompleks dan kompetitif

Semoga dengan pengangkatan ini yang bersangkutan dapat menjawab harapan yang diinginkan di masyarakat luas. Kami dari Program Studi Perpustakaan dan informasi mengucapkan selamat kepada Dr. Dinn Wahyudin, MA., atas pengangkatan guru besar, semoga beliau dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. (Ardiansah/red)

Dosen Prodi Perpusinfo Mengikuti “Workshop on School Libraries in Southeast Asia 2017 di Malaysia”

UPI, Bandung. Dosen Prodi Perpustakaan dan Informasi mengikuti acara 3rd Regional Workshop on School Libraries in Southeast Asia 2017 pada tanggal 2-3 Oktober di Kuala Lumpur, Malaysia. (02/10/2017)

Salah satu bidang pengembangan kepustakawanan yang perlu mendapat perhatian adalah perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah di negara-negara Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) berada pada berbagai tahap pembangunan; Beberapa negara memiliki perpustakaan sekolah yang mapan dan dikelola, yang lain hanya memiliki dasar yang sangat mendasar.Dengan dibentuknya ASEAN Community 2015 dan ASEAN Free Trade Agreement dan banyak perkembangan lainnya di kawasan ini, penting agar perpustakaan sekolah mendapat perhatian, karena ini merupakan dasar pengembangan kewarganegaraan informasi.

Dosen Program Studi Perpustakaan dan Informasi yaitu Dr. Riche Cynthia Johan M.Si, dan Gema Rullyana, M.I.Kom mengikuti kegiatan Lokakarya ke-3 diselenggarakan oleh Universiti Teknologi MARA (UiTM) dan diadakan di Hotel Ancasa, Kuala Lumpur, Malaysia.Para peserta berbagi gagasan dan pengalaman yang diambil dari praktik terbaik dan pelajaran yang dipelajari dalam pengembangan perpustakaan sekolah yang ditunjukkan dalam laporan negara mereka Pada kegiatan hari pertama seluruh peserta mendengarkan materi dengan pembicara yaitu Ybhg. Dato‘ Nafisah Ahmadn (Director General National Library of Malaysia) dan Noorjahan Sultan, Malaysia.Pada kegiatan hari kedua seluruh peserta mengikuti workshop yang terbagi ke dalam 6 ruangan workshop. (Ardiansah/red)

Kunjungan Sosial dan Biblioterapi BEM PERPUSINFO

UPI, Bandung. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Departemen Sosial Politik (Sospol) Program Studi Perpustakaan dan Informasi (Perpusinfo) menyelenggarakan kunjungan sosial dan Biblioterapi pengembangan diri bagi Anak Pejuang Kanker pada Jumat, 29 September 2017 Pukul 07.00 – 10.30 WIB, bertempat di Rumah Cinta Anak Kanker, Pasteur , Sukajadi , Kota Bandung , Jawa Barat. (29/09/2017)

Kunjungan Sosial kali ini menggandeng Komunitas Biblioterapi Indonesia (KBI). Layanan biblioterapi bagi anak dan orangtua pejuang kanker disampaikan langsung oleh founder KBI merangkap dosen Prodi Perpusinfo, Susanti Agustina M.I.Kom.

Bunda Susan melaksanakan biblioterapi menggunakan buku Ensiklopedia Muhammad Teladanku, berjudul Rasulullah SAW Berkisah 8. Mengisahkan tentang 3 orang sahabat yang berhasil keluar menyelamatkan diri setelah terperangkap batu besar, karena doa dan kebaikannya. Hal ini membantu peserta yang hadir merefleksikan diri agar tak pernah berhenti berdoa dan melakukan hal baik untuk mengundang pertolongan Allah SWT ketika mengalami kesulitan.

Salah satu pejuang kanker anak bernama Rahma (14) mencontohkan doa lain seperti dalam kisah, ” Ya Allah, aku dulu pernah memberi uang 5000 buat yang kelaparan, kalau semua itu hanya mengharap ridhomu maka keluarkan aku dari kesulitan ini”, katanya. luar biasa. Rahma dan anak pejuang kanker lainnya terlihat ceria bersama kakak-kakak mahasiswa yang hadir menyuguhkan hiburan musik dan membagikan hadiah bingkisan. Meski ada 2 orang anak yang terlihat lesu karena baru saja menjalani kemoterapi. Bunda Susan mengatakan, “kami berkunjung ke Rumah Cinta sejatinya bukan untuk memotivasi para pejuang kanker disini, justru malah kami yang banyak termotivasi oleh perjuangan ambu dan abah lutung serta para orangtua dan anak-anak disini, menyadarkan kita bahwa sebaik-baik manusia itu yang paling bermanfaat buat orang lain”, ungkapnya.

Pendiri Rumah Cinta Anak Kanker, ambu lutung merasa berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan kunjungan ini, “ambu berharap kegiatan ini berlangsung secara berkesinambungan, karena anak-anak dan orangtua disini juga butuh pendidikan dan bimbingan”, pesannya.

Rumah Cinta Anak Kanker ini lahir karena rasa senasib dan sepenanggungan yang dialami pasangan abah dan ambu lutung (panggilan akrabnya), yaitu sejak anaknya meninggal dunia akibat kanker yang dideritanya. Ambu dan abah lutung berharap, mereka yang berasal dari luar Bandung dan kurang mampu dapat memiliki rumah singgah yang layak, tidak terkatung-katung di tengah proses pengobatan yang menyita waktu, biaya dan pikiran.

Mereka ada disini untuk saling menguatkan, berjuang dengan cinta. Bahkan, perjuangan abah dan ambu lutung menular pada orangtua lain yang senasib. Sopir ambulance milik Rumah Cinta Anak Kanker adalah orangtua berikutnya yang memilih berkhidmat sebagai bentuk cinta pada mendiang anaknya yang juga meninggal dunia akibat kanker yang dideritanya.

Rangkaian acara dipandu oleh Idham dan Nuriska, dari unit protokoler prodi yang membawakan acara dengan seru dan menyenangkan. Acara diakhiri dengan penyerahan buku sumbangan Biblioterapi Pengasuhan untuk orangtua pejuang kanker, pemberian plakat, berfoto dan berdoa bersama.

Aldo selaku ketua pelaksana dan Yos selaku Kadep Departemen Sosial dan Politik BEM Perpusinfo berharap, Kunjungan sosial kali ini dapat menumbuhkan jiwa sosial KEMA PERPUSINFO dan juga sebagai itikad baik untuk merealisasikan salah satu TRI DHARMA Perguruan Tinggi (mengabdi pada masyarakat). Semoga di acara Kunjungan Sosial mendatang BEM perpusinfo dan Komunitas Biblioterapi Indonesia dapat terus bersinergi secara positif dan berkelanjutan. (Linda/Red)

Perpusnas dan Prodi Perpusinfo UPI melakukan Kerjasama dalam “Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Bebasis RDA”

UPI, Bandung. Program Studi Perpustakaan dan Informasi FIP UPI bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia telah menyelenggarakan Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif berbasis Resource Description and Access (RDA) bagi pustakawan dan staf di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia, Perpustakaan Perguruan Tinggi, dan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota di sekitar Bandung yang dilaksanakan pada hari Rabu (27/09) bertempat di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan sambutan dari pihak-pihak terkait. Kemudian dilanjutkan dengan pematerian di panel I mengenai ‘Kebijakan Penerapan RDA di Perpustakaan’ oleh Kepala Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka, Drs. Ahmad Masykuri, SS,M.Hum. bersama dengan Ketua Program Studi Perpustakaan dan Informasi FIP UPI Dr. Riche Cynthia J, M.Si. mengenai ‘Penerapan RDA di Perguruan Tinggi’. Kemudian pematerian kembali dilanjutkan oleh Dra. Sri Mulyani, M.Si. mengenai ‘Pengatalogan Deskriptif berbasis RDA’.

Setelah istirahat makan siang, pukul 13.00 acara kembali dilanjutkan dengan praktik langsung Inlislite RDA dipandu oleh Tim RDA Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Acara kemudian diakhiri dengan do’a bersama dan pengambilan sertifikat. Semoga dengan adanya acara Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif berbasis Resource Description and Access (RDA) tujuan untuk dapat memahami perkembangan pengatalogan bahan perpustakaan di dunia perpustakaan dan mensosialisasikan pedoman RDA dapat tercapai. (Hafsah/Red)