Category Archives: Kegiatan Kemahasiswaan

Study Tour Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi ke Malang dan Yogyakarta

UPI, Bandung. Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2015 melakukan “Study tour” ke Malang dan Yogyakarta. (7/11/2017)

Study Tour ini merupakan kegiatan kunjungan yang berkaitan dengan mata kuliah Manajeman Museum serta Aplikasi TIK di Perpustakaan. Kunjungan pada hari pertama yaitu ke Perpustakaan Universitas Brawijaya yang terletak di Malang. Mahasiswa beserta dosen diterima di Perpustakaan Universitas Brawijaya pada hari Rabu Jam 13.00 WIB oleh Pustakawan Perpustakaan Universitas Brawijaya dan langsung menuju tempat pertemuan. “Kegiatan ini merupakan pembelajaran bagi mahasiswa kami untuk mengetahui penerapan TIK di Perpustakaan Universitas Brawijaya, ungkap Gema Rullyana, M.I.Kom selaku dosen pengampu mata kuliah Aplikasi TIK di Perpustakaan.

Pada kunjungan hari kedua mahasiswa berkunjung ke museum satwa dan museum angkut di kota Batu, Malang. Museum Satwa merupakan bagian dari Jatim Park 2. Museum ini menyajikan satwa-satwa yang diawetkan dan fosil-fosil purba yang didatangkan dari berbagai Negara diseluruh benua, seperti benua Amerika, Afrika, Asia, Australia, Eropa, Artik, dan Antartika. Sesuai dengan tujuan didirikannya yaitu sebagai Lembaga Konservasi Ex-Situ Satwa Liar, maka seluruh satwa awetan yang ada di Museum Satwa diperoleh tidak dengan sengaja diburu tetapi diawetkan dari satwa yang telah mati. Museum Angkut merupakan museum transportasi dan tempat wisata modern yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur,sekitar 20 km dari Kota Malang. Museum ini terletak di kawasan seluas 3,8 hektar di lereng Gunung Panderman dan memiliki lebih dari 300 koleksi jenis angkutan tradisional hingga modern. Museum ini terbagi dalam beberapa zona yang didekorasi dengan setting lanscape model bangunan dari benua Asia, Eropa hingga Amerika. Di Zona Sunda Kelapa dan Batavia yang merupakan Replika Pelabuhan Sunda Kelapa, dihiasi oleh beberapa alat transportasi kuno seperti becak dan miniatur kapal. Zona Eropa juga di setting seakan-akan berada di jalanan kota-kota di Perancis dengan mobil-mobil kuno eropa. Kunjungan yang terakhir yaitu menuju museum ullen sentalu di Yogyakarta. Ullen sentalu adalah museum yang menampilkan seni dan budaya jawa.

Semoga dengan kegiatan study tour ini mahasiswa dapat menambah ilmu pengetahuan, wawasan dan keilmuan tentang manajemen museum serta aplikasi TIK di Perpustakaan. (Ardiansah/Red)

Kunjungan Sosial dan Biblioterapi BEM PERPUSINFO

UPI, Bandung. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Departemen Sosial Politik (Sospol) Program Studi Perpustakaan dan Informasi (Perpusinfo) menyelenggarakan kunjungan sosial dan Biblioterapi pengembangan diri bagi Anak Pejuang Kanker pada Jumat, 29 September 2017 Pukul 07.00 – 10.30 WIB, bertempat di Rumah Cinta Anak Kanker, Pasteur , Sukajadi , Kota Bandung , Jawa Barat. (29/09/2017)

Kunjungan Sosial kali ini menggandeng Komunitas Biblioterapi Indonesia (KBI). Layanan biblioterapi bagi anak dan orangtua pejuang kanker disampaikan langsung oleh founder KBI merangkap dosen Prodi Perpusinfo, Susanti Agustina M.I.Kom.

Bunda Susan melaksanakan biblioterapi menggunakan buku Ensiklopedia Muhammad Teladanku, berjudul Rasulullah SAW Berkisah 8. Mengisahkan tentang 3 orang sahabat yang berhasil keluar menyelamatkan diri setelah terperangkap batu besar, karena doa dan kebaikannya. Hal ini membantu peserta yang hadir merefleksikan diri agar tak pernah berhenti berdoa dan melakukan hal baik untuk mengundang pertolongan Allah SWT ketika mengalami kesulitan.

Salah satu pejuang kanker anak bernama Rahma (14) mencontohkan doa lain seperti dalam kisah, ” Ya Allah, aku dulu pernah memberi uang 5000 buat yang kelaparan, kalau semua itu hanya mengharap ridhomu maka keluarkan aku dari kesulitan ini”, katanya. luar biasa. Rahma dan anak pejuang kanker lainnya terlihat ceria bersama kakak-kakak mahasiswa yang hadir menyuguhkan hiburan musik dan membagikan hadiah bingkisan. Meski ada 2 orang anak yang terlihat lesu karena baru saja menjalani kemoterapi. Bunda Susan mengatakan, “kami berkunjung ke Rumah Cinta sejatinya bukan untuk memotivasi para pejuang kanker disini, justru malah kami yang banyak termotivasi oleh perjuangan ambu dan abah lutung serta para orangtua dan anak-anak disini, menyadarkan kita bahwa sebaik-baik manusia itu yang paling bermanfaat buat orang lain”, ungkapnya.

Pendiri Rumah Cinta Anak Kanker, ambu lutung merasa berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan kunjungan ini, “ambu berharap kegiatan ini berlangsung secara berkesinambungan, karena anak-anak dan orangtua disini juga butuh pendidikan dan bimbingan”, pesannya.

Rumah Cinta Anak Kanker ini lahir karena rasa senasib dan sepenanggungan yang dialami pasangan abah dan ambu lutung (panggilan akrabnya), yaitu sejak anaknya meninggal dunia akibat kanker yang dideritanya. Ambu dan abah lutung berharap, mereka yang berasal dari luar Bandung dan kurang mampu dapat memiliki rumah singgah yang layak, tidak terkatung-katung di tengah proses pengobatan yang menyita waktu, biaya dan pikiran.

Mereka ada disini untuk saling menguatkan, berjuang dengan cinta. Bahkan, perjuangan abah dan ambu lutung menular pada orangtua lain yang senasib. Sopir ambulance milik Rumah Cinta Anak Kanker adalah orangtua berikutnya yang memilih berkhidmat sebagai bentuk cinta pada mendiang anaknya yang juga meninggal dunia akibat kanker yang dideritanya.

Rangkaian acara dipandu oleh Idham dan Nuriska, dari unit protokoler prodi yang membawakan acara dengan seru dan menyenangkan. Acara diakhiri dengan penyerahan buku sumbangan Biblioterapi Pengasuhan untuk orangtua pejuang kanker, pemberian plakat, berfoto dan berdoa bersama.

Aldo selaku ketua pelaksana dan Yos selaku Kadep Departemen Sosial dan Politik BEM Perpusinfo berharap, Kunjungan sosial kali ini dapat menumbuhkan jiwa sosial KEMA PERPUSINFO dan juga sebagai itikad baik untuk merealisasikan salah satu TRI DHARMA Perguruan Tinggi (mengabdi pada masyarakat). Semoga di acara Kunjungan Sosial mendatang BEM perpusinfo dan Komunitas Biblioterapi Indonesia dapat terus bersinergi secara positif dan berkelanjutan. (Linda/Red)

Mahasiswa Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan mengikuti Program Student Exchange di Malaysia

UPI, Bandung Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi tela melaksanakan kegiatan Student Exchange pada tanggal 18 hingga 23 September 2017. Kagiatan yang juga melibatkan mahasiswa Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan ini merupakan program kerjasama antara Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi dengan Fakultas Management and Information Science Universitas Teknologi Mara, Shah Alam, Malaysia.

 

Kegiatan yang dilakukan selama kurang lebih satu minggu tersebut dilaksanakan di Universitas Teknologi Mara, Shah Alam,Malaysia dengan peserta sebagai berikut:

  1. Dr. Riche Cynthia Johan, M.Si. sebagai Ketua Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi
  2. Dr. Cepi Riyana M.Pd sebagai Ketua Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
  3. Ridwan Sutisna, M.Pd sebagai Dosen Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
  4. Ab Hilman Nugraha (mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi)
  5. Dian Syaeful Bahkri Putra (mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi)
  6. Imam Khoirul (mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi)
  7. Unna Hasanah (mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi)
  8. Ariel Afrido Muhamad (mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan)
  9. Ratu Chaira (mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan)

Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan student exchange ini ialah untuk berbagi informasi terkait keilmuan perpustakaan dan informasi serta pelaksanaan perkuliahan di fakultas Management and Information Science, Universitas Teknologi Mara. Berbagai kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan tersebut, adapun kegiatan yang dilakukan selama satu minggu ialah sit in class, kunjungan perpustakaan yang melibatkan perpustakaan Universitas Teknologi Mara, perpustakaan sekolah, dan perpustakaan daerah. Dengan dilaksanakannya program student exchange ini diharapkan mahasiswa yang terlibat di dalamnya dapat menyerap informasi dan ilmu yang diperoleh untuk dikembangkan dikemudian hari. (UNA/Red)

Pengenalan Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi di rangkaian acara MOKA-KU UPI 2017

UPI, Bandung. Masa Orientasi Kampus Kuliah Umum 2017 (MOKA KU) merupakan kegiatan pengenalan kampus UPI, Fakultas serta setiap Departemen masing-masing sesuai dengan keberadaan mahasiswa baru (Selasa, 29 Agustus 2017)

Acara pada hari kedua MOKA-KU UPI 2017 berkaitan dengan informasi Fakultas Ilmu Pendidikan dan Departemen. Pada pagi hari jam 07.00 WIB mahasiswa baru berkumpul di lapangan tenis indor. Fakultas menyampaikan beberapa informasi yang berkaitan dengan akademik sekaligus penayangan video profil Fakultas Ilmu Pendidikan. Selanjutnya mahasiswa baru disiapkan untuk menuju masing-masing kelas. Mahasiswa baru program studi Perpustakaan dan Informasi berjumlah 37 orang. Acara perkenalan di Departemen Kurikulum dan Teknologi Pendidikan dibuka oleh Ketua Departemen Dr. Laksmi Dewi, M.Pd dilanjutkan dengan perkenalan dosen.

Para mahasiswa baru Prodi Perpusinfo dibekali informasi yang berkaitan dengan terbentuknya prodi, akademik, serta kemahasiswaan dll yang disampaikan oleh Dr. Riche Cynthia Johan M.Si. Kami segenap sivitas akademika Prodi Perpusinfo mengucapkan selamat datang di Prodi Perpusinfo semoga adik-adik menjadi mahasiswa yang berguna bagi nusa dan bangsa. (Ardiansah)

Mahasiswa Prodi Perpusinfo Mengikuti KKN Tematik sebagai Kegiatan Belajar di Masyarakat

Bandung, UPI. Rektor UPI secara resmi melakukan pelepasan terhadap mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2017, di Gymnasium UPI, Selasa (11/7/2017)

Mahasiswa yang mengikuti KKN tematik ini berbeda dengan yang sebelumnya. KKN tematik ini terbagi kedalam 11 tema pokok KKN yang terdiri dari KKN Tematik Pos Daya, Keaksaraan Usaha Mandiri, KKN PAUD, KKN Lingkungan Hidup, KKN Rumah Pintar, KKN Revolusi Mental, KKN PKBM, dan 2 tema baru yang diluncurkan tahun ini yaitu KKN Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan dan KKN Terpadu denga TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang difokuskan di 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Karawang, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Majalengka.

Mahasiswa Prodi Perpusinfo mengikuti KKN sebanyak 47 orang yang tersebar di berbagai kota di Jawa Barat. Mahasiswa yang mengikuti KKN ini diharapkan mampu menerapkan keilmuan, teknologi dan seni budaya yang bisa mengembangkan kehidupan di lingkungannya. Sarana ini menjadi ajang yang tepat untuk belajar di masyarakat. (Ardiansah)

Dosen Beserta Mahasiswa Prodi Perpustakaan Dan Ilmu Informasi UPI Menjadi Delegasi IBBY 2017 Di Bangkok, Thailand

(Bangkok, Thailand, 12 Mei 2017). Kegiatan The 3rd Asia Oceania Regional IBBY (International Board on Books for Young People) Congress atau IBBY AORIC 2017 digelar dalam rangka membangun jejaring antara para spesialis dalam literatur/ sastra, ilustrator, pustakawan, pendidik, pendongeng, pencerita anak-anak.  Selama 4 hari berlangsung kegiatan presentasi, ceramah, lokakarya, dan kunjungan khusus ke beberapa tempat yang terkait dengan tema yang diusung, yaitu Read = Life: Children’s Books in the Digital Age. Para delegasi setiap negara Asia dan Oceania yang hadir saling bertukar pikiran dan pengalaman terkait tema tersebut.

Kegiatan ini digelar pada 9-12 Mei 2017, bertempat di hotel Arnoma dan Thailand Knowledge Park, Bangkok. Dalam konferensi tersebut delegasi Indonesia dari Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Universitas Pendidikan Indonesia, diwakili oleh seorang dosen, yaitu Susanti Agustina, M.I.Kom, dan seorang mahasiswa semester akhir, Intani Dewi Kurniasih.

Susanti mempresentasikan topik mengenai childrens’s books as education, dengan judul Content Analysis of “Serial Anak-anak Mamak” Novel for Bibliotherapy. Beliau menganalisis isi literatur anak yang ditulis oleh orang dewasa, yaitu novel karya Tere Liye yang berhasil mentransformasikan nilai-nilai psikosastra dalam buku novel karyanya. Menurutnya buku novel ini dapat menjadi medium Biblioterapi Pengembangan bagi pendidikan moral dan mental anak-anak di Indonesia.

Di samping mempresentasikan karya tulisnya, beliau juga mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa yang sudah melaksanakan penelitian skripsinya untuk mengikutsertakan diri ke ajang IBBY AORIC 2017. Intani mengambil topik mengenai  Reading and Story telling,  dengan makalah berjudul “Optimizing the Longer Picture Book Colection by Using Read Aloud Technique”.

Khunying Dr. Kasama Voravarn, selaku presiden ThaiBBY, Thailand dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan IBBY Congress ini merupakan kegiatan tahunan dimana komunitas pecinta literatur anak saling bertemu dan berbagi informasi. Beliau mengatakan bahwa kemajuan teknologi juga turut mempengaruhi cara anak dalam memperoleh informasi. Melalui konferensi ini diharapkan bukan hanya berbagi pengetahuan tetapi juga dapat menambah wawasan serta memberi masukan antar negara Asia dan Oceania  khususnya di bidang Susastra, bidang desain grafis, penerbitan, dan bidang kajian Perpustakaan dan Ilmu Informasi.

Terdapat 5 orang yang menyampaikan keynote speech, di antaranya Wally de Doncker, yang merupakan presiden IBBY. Taaki Kuroda, sebagai JapanBBY yang menyampaikan topik menarik “ Evolving Educational Books for Children-Fusion of Books and Technology”. Tak kalah menarik, pemaparan dari pemenang IBBY Asahi Reading Promotion Award 1989, Sumboon Singkamanan. Sebagai petani yang juga penulis buku anak, ia merasa perlu untuk mengangkat kearifan dari aktivitas bertani dan identitas Thailand sebagai lumbung beras ASEAN bertajuk “Thai Rice: Children Book and Digitization-Back to the Roots & Learn to Uproot”. Selain itu juga pemaparan dari Thomas Merrington, selaku Head of Product Development and the Peter Rabbit Brand Manager, Penguin Random House, UK, tentang penanaman karakter dalam buku anak karya Beatrix Potter’s yang merupakan penulis buku anak fenomenal berjudul Peter Rabbit, bertajuk “Beatrix Potter’s-Peter Rabbit: Bringing Characters to Life Beyond the Book”.

Kegiatan konferensi ini sebagai bagian dari proses pembelajaran bagi mahasiswa Perinfo Depkurtekpend FIP UPI, karena tidak cukup bagi mahasiswa jika hanya mengandalkan teori yang didapat dari seorang Dosen di kelas. Mereka juga perlu terjun langsung melihat perkembangan keilmuan di dunia luar demi mengasah keterampilan komunikasi dan mendidik mental mahasiswa. Salah satunya dengan pemberangkatan mahasiswa dan dosen ke luar negeri untuk menjadi pembicara dalam mempresentasikan makalah. Kegiatan konferensi internasional ini turut menorehkan sejarah pertama kali mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi menjadi delegasi mempresentasikan makalahnya di tingkat Internasional. Ke depan Prodi Perinfo juga akan terus mengembangkan kegiatan serupa bagi mahasiswanya, terutama pemagangan (internship) di luar negeri.

Intani mengatakan, “Respon positif dan strategis bagi mahasiswa Prodi Perpusinfo ini bukan hanya mendukung terwujudnya kegiatan konferensi semata, tetapi lebih kepada memastikan bahwa setiap mahasiswa dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal, dan aktif berpartisipasi. Sebab, di balik keberhasilan seorang mahasiswa ada sosok yang luar biasa, teguh pendiriannya, yakni Dosen”, lebih lanjut Intani meyakinkan, bahwa “Dosen sosok inspirasi jika berhasil meyakinkan mahasiswanya dengan keyakinan yang dimiliki. “insyaAllah, BISA”. Beliau (Susanti Agustina), selalu memberi motivasi “luruskan niat sempurnakan ikhtiar, mumpung masih muda habiskan stok gagalnya”.

Pada kesempatan lain Susanti mengungkapkan, “sebagai dosen, kita perlu memfasilitasi tingkat partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ilmiah. Rangsangan dalam menumbuhkembangkan mental mahasiswa memerlukan adanya partisipasi. Partisipasi ini direfleksikan dalam kesediaan, kemauan mahasiswa dalam berproses mengupayakan semua hal terkait, semangat dosen dalam membimbing, juga tak kalah penting pihak birokrasi dan keseriusan para pengambil kebijakan untuk memprioritaskan dan memudahkan proses perizinannya. Terutama dalam hal kegiatan ilmiah seperti konferensi luar negeri, internship, di samping dukungan pembiayaan yang realistis dan disesuaikan, tentunya. Alhamdulillah, UPI sudah mengupayakan itu semua”, ungkapnya.

Di samping mengunjungi Konferensi, selama di Thailand mereka pun melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Thailand, diskusi informal mengenai program yang sinergis dengan pihak KBRI, terutama untuk pengembangan perpustakaan sekolah Indonesia-Thailand, kunjungan ke Masjid Jawa di Sathorn Bangkok, Thailand guna mendokumentasikan sejarahnya langsung, serta kunjungan ke Perpustakaan Fakultas dan Perpustakaan Pusat Chulalongkorn University. Harapan ke depan, program kunjungan ilmiah mahasiswa dan dosen Prodi Perinfo FIP UPI di kancah nasional dan internasional dalam hal Tri Dharma Perguruan Tinggi semakin meningkatkan eksistensi keilmuan kepustakawanan di Indonesia. (red)

Rekor Tim Futsal PERPUSINFO sukses mempertahankan gelar Juara Piala DEKAN FIP UPI

UPI, Bandung. Libsinc merupakan club Futsal Perpusinfo mengikuti kompetisi futsal yang tiap tahun diadakan yaitu Piala Dekan FIP. Ajang ini dilaksanakan pada 22- 23 April 2017 bertempat di lapangan Futsal PB. Mutiara, Cipedes, Bandung.

Tim Futsal Perpusinfo berhasil mempertahankan Gelar Juara Piala Dekan FIP yang ke tiga kalinya. Libsinc mengikutsertakan 2 tim pada piala Dekan FIP kali ini, Perpusinfo A dan Perpusinfo B. Namun, keberuntungan tidak menyertai salah satu tim yaitu Perpusinfo B yang tidak berhasil lolos Grup. Berbanding terbalik dengan Perpusinfo A, berkat permainan “ciamik” dari Iqbal Aliefian yang pernah mewakili tim futsal Jawa Barat pada ajang PON yang berhasil meraih Emas dan sekarang membela salah satu club Futsal profesional di Indonesia, yakni Biang Bola. Serta kerja keras, kerjasama setiap pemain, berhasil menjadi salah satu tim yang tidak terkalahkan pada ajang ini.

Perpusinfo A berhasil melewati babak Grup dengan mendapat perlawanan yang menegangkan. Pada pertandingan pertama Perpusinfo A langsung bertemu dengan tuan rumah dan berhasil menangani tuan rumah dengan Skor tipis 2-3 untuk kemenangan Perpusinfo A. Kemudian Pertandingan selanjutnya Perpusinfo A bertemu dengan PGSD, pertandingan berhasil dimenangkan oleh tim Perpusinfo A dengan Skor 1-4 dan sekaligus membuat Tim berhak Lolos ke babak semi final dengan dua kemenangan tersebut.

Pada babak semi final Perpusinfo A berhasil menang mudah menghadapi Tim dari PLS (Pendidikan Luar Sekolah), terbukti Iqbal dkk. berhasil menang telak dengan skor 10- 2 untuk kemenangan Perpusinfo A. Kemenangan yang terlihat mudah saat semi  final tidak serta merta membuat tim Perpusinfo besar kepala, terbukti di babak final Perpusinfo bermain Serius saat dipertemukan dengan PKH (Pendidikan Khusus). Sempat terjadi  Kejar- kejaran skor buah dari permainan yang terbuka dan saling “jual beli” serangan di pertandingan final yang sangat seru ini. Akhirnya Tim Perpusinfo A berhasil keluar sebagai Juara dengan menundukan Tim dari PKH dengan Skor 4-2. Dari hasil tersebut Perpusinfo A berhasil mencetak Rekor baru di ajang Piala Dekan FIP, yakni salah satu tim yang berhasil menjadi juara selama 3 kali,  berhasil mempertahankan gelar sebanyak 3 kali berturut- turut, salah satu tim yang tidak terkalahkan di FIP.

Musyawarah Mahasiswa BEM KEMA Perpusinfo 2017

UPI BANDUNG. Program Studi Perpustakaan dan Informasi telah berhasil menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa (MuMas) yang menjadi acara tahunan program studi. MuMas dilaksanakan selama 3 hari terhitung dimulai pada hari Jum’at sampai dengan Minggu (14 – 16 April 2017), yang bertempat di Bookstore FIP UPI Bumi Siliwangi. MuMas kali ini dilaksanakan Sidang Pleno yang membahas beberapa bahasan, antara lain : Tata Tertib Musyawarah, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) DPM KEMA PERPUSINFO periode 2016-2017, pendemisioneran DPM periode 2016-2017. Selain itu, ada juga pembahasan dan penetapan LPJ BEM dan pendemisioneran BEM KEMA PERPUSINFO periode 2016-2017, membahas ADART, GBHK, MKO, mekanisme pemilihan anggota DPM, dan Presiden BEM. Acara MuMas dibuka oleh Bapak Gema Rullyana, M.I.Kom selaku wakil dari ketua Program Studi Perpustakaan dan Informasi, Dr. Riche Cynthia J., M.Si. yang berhalangan hadir selaku ketua dari Program Studi Perpustakaan dan Informasi.

MuMas kali ini adalah saatnya KEMA PERPUSINFO memilih anggota DPM Periode 2017-2018. Beberapa kandidat terpilih ditanyai mengenai kesiapannya dan pengambilan sumpah menjadi anggota DPM KEMA Perpusinfo 2017-2018. Anggota DPM periode 2017-2018 terpilih antara lain : 1) Angkatan 2014 yang terdiri dari  Santi Oktapiani, Dian Syaeful Bakhri Putra, Eros Rosmiati, Indri Yanti Aulia, Inaya Shinta Meidiana, Syntia Apriliyan, Nisa Agustiani, Unna Hasanah, Tiara Sugih Hartati, 2) Angkatan 2015 terdiri atas: Rizka Agustin, Keke Indri Saputri, dan Rina Nurhotimah, 3) Angkatan 2016 terdiri atas: Fajar Maulana Yusuf, Santi Nurmalasari, dan Santina Siti Kusaeni. Ketua DPM periode 2017-2018 terpilih yaitu Santi Oktapiani angkatan 2014.

Musyawarah Mahasiswa yang dilaksanakan dalam waktu 3 hari ini diakhiri dengan pemilihan Presiden BEM KEMA PERPUSINFO periode 2017-2018 yang dilakukan secara musyawarah. Terdapat 2 (dua) calon presiden BEM KEMA PERPUSINFO yang terdiri atas mahasiswa angkatan 2015, yaitu AB Hilman dan Aris Munandar. Keputusan akhir seluruh peserta mumas, memenangkan AB Hilman sebagai presiden BEM KEMA PERPUSINFO periode 2017-2018.

Semoga, dengan terpilihnya anggota DPM dan Presiden BEM baru dapat memberikan kontribusi yang lebih baik lagi untuk Program Studi Perpustakaan dan Informasi (Ardiansah)

“Temu Alumni Prodi Perpustakaan dan Informasi 1975-2012”

UPI,Bandung. Program Studi Perpustakaan dan Informasi bekerja sama dengan BEM KEMA PERPUSINFO menyelenggarakan acara temu kangen alumni prodi perpustakaan dan informasi angkatan 1975-2012 yang bertemakan “Home Coming Day. Acara ini dibuka secara langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan  UPI, yaitu Dr. Agus Taufiq, M.Pd. Beliau mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif dalam memajukan Porgram Studi Perpustakaan dan Informasi. Beliau berpesan “semoga dengan adanya pertemuan kali ini bisa membangun komunikasi yang intensif antara alumni dan prodi guna memajukan  khususnya Prodi Perpustakaan dan Informasi dan umumnya almamater tercinta Universitas Pendidikan Indonesia.

Kegiatan ini diadakan untuk semua alumni yang pernah menyandang predikat sebagai mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Informasi. Tujuan diadakannya temu alumni ini diantaranya yaitu menciptakan sebuah wadah jalinan komunikasi antara Departemen, Program Studi, Mahasiswa dan alumni Prodi Perpustakaan dan informasi, mempererat tali silaturahmi antara Departemen, Program Studi, Mahasiswa dan alumni Prodi Perpustakaan dan informasi, membangun jejaring sinergis antara alumni dengan almamater, alumni dengan alumni dan alumni dengan masyarakat, untuk memperoleh informasi mengenai relevansi dan peluang lulusan Program Studi Perpustakaan dan Informasi dalam berbagai dunia kerja.

Kegiatan temu alumni ini diawali dengan tarian traditional dan pemutaran video profil Prodi Perpustakaan dan Informasi. Acara selanjutnya pemaparan materi dari alumni prodi perpustakaan dan informasi angkatan 1975 yaitu Drs. Tisyo Haryono, MLS. Beliau menyampaikan  peran pustakawan sekolah di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Kontribusi alumni untuk berkomitmen memajukan prodi Perpustakaan dan Informasi  tertulis di “wall of hope” artinya alumni menuliskan kontribusi pada Prodi Perpustakaan dan Informasi yang diharapkan dapat terealisasi di waktu yang akan datang. Kesempatan temu alumni ini dimanfaatkan untuk pembentukan kepengurusan IKA Perpusinfo periode 2017-2021. Musyawarah seluruh angkatan yang diwakilkan 2 orang per angkatan menghasilkan Ketua IKA Perpusinfo yaitu Ardiansah, Bendahara IKA Perpusinfo yaitu Gustini Rahmawati dan Sekretaris IKA Perpusinfo yaitu Annisa Nurul Fadhillah.

Pertemuan acara ini ditutup dengan nyanyi bersama dan ramah tamah tiap angkatan. (Ardiansah)

Download materi

 

BEM KEMA Perpusinfo mengadakan Seminar Nasional yang bertajuk “Literate for liberate”

UPI, Bandung. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) program studi Perpustakaan dan Ilmu Informasi adalah UPI BOOKPEDIA (UBP), setelah sukses melaksanakan proker tersebut pada tahun lalu, kini proker tersebut akan kembali dilaksanakan dengan tajuk UPI BOOKPEDIA II (UBP II) “Literate for Liberate”. UBP kali ini juga akan mengadakan salah satu rangkaian acara, yakni Seminar Nasional. Seminar Nasional kali ini bertema “Peran Pustakawan Guru dalam Mendukung GLS (Gerakan Literasi Sekolah) di Abad 21”.Acara Seminar Nasional yang tentunya mengusung topik Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang tengah diusung oleh Jawa Barat ini akan diadakan pada hari Kamis 02 Maret 2017 pukul 08.00-12.30 WIB bertempat di Gedung Amphitheater Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Acara Seminar Nasional ini pun menghadirkan para ahli di bidangnya, diantaranya Pangesti Wiedarti, M.Appl.Ling., Ph.D, beliau natinya akan menyampaikan materi mengenai “Gerakan Literasi Sekolah di Indonesia”. Lalu dilanjutkan oleh Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd, beliau pun menyampaikan materi terkait GLS yakni “Kebijakan Pemanfaatan Perpustakaan dalam Mendukung GLS”. Terakhir, acara Seminar Nasional ini akan menghadirkan pemateri yang juga mengusung topik GLS yakni, Blasius Sudarsono. MLS nantinya beliau akan menutup sesi seminar nasional dengan membawakan tema “Profesi Pustakawan Guru”. Seminar Nasional ini diharapkan semakin mengenal GLS dan eksistensi GLS ini dapat menyentuh setiap ranah pendidikan, serta menjelaskan hal bias akan adanya keterkaitan tenaga pendidikan, sivitas akademik serta peran pustakawan untuk melancarkan program GLS di seluruh Indonesia, sehingga sekolah menjadi sumber pembangkit kesadaran akan pentingnya menumbuhkan kesadaran berliterasi. (Ardiansah)