Jakarta, 9 Desember 2025 – Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Angkatan 2024 melaksanakan kunjungan industri ke Balai Pustaka Jakarta pada tanggal 9 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengenalkan mahasiswa pada sejarah perbukuan Indonesia serta peran lembaga penerbitan nasional dalam menjaga literasi bangsa.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemaparan mengenai sejarah berdirinya Balai Pustaka, perkembangan industrinya, serta upaya pelestarian karya sastra klasik. Para narasumber juga menjelaskan proses pengelolaan naskah, penerbitan buku, dan digitalisasi arsip yang saat ini terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pembaca di era modern.
Selain sesi pemaparan, mahasiswa diajak berkeliling melihat langsung ruang koleksi, unit penerbitan, serta arsip yang dikelola Balai Pustaka. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami bagaimana teori pengelolaan informasi diterapkan secara nyata dalam dunia kerja, khususnya pada lembaga yang memiliki sejarah panjang seperti Balai Pustaka.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas wawasan mahasiswa mengenai profesi di bidang kepustakawanan dan informasi. Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi menilai kunjungan ini sebagai langkah penting dalam membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap lembaga yang berperan besar dalam perkembangan literasi nasional.

Kegiatan kunjungan industri ke Balai Pustaka memiliki keterkaitan dengan SDG 4: Quality Education dan SDG 11: Sustainable Cities and Communities, karena memberikan pengalaman belajar langsung yang memperkaya pemahaman mahasiswa tentang sejarah literasi, pengelolaan informasi, dan pelestarian karya sastra nasional. Melalui pemaparan dan observasi lapangan mengenai proses penerbitan, pengelolaan arsip, hingga digitalisasi koleksi, mahasiswa memperoleh wawasan relevan yang menghubungkan teori dengan praktik di dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini mendukung upaya pelestarian warisan budaya dan literasi bangsa, sejalan dengan SDG 11 yang menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah, identitas, dan pengetahuan kolektif dalam pembangunan komunitas yang berkelanjutan.


