Bandung 9 Februari 2026– Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi turut mendukung kegiatan pendokumentasian sejarah lisan tokoh Universitas Pendidikan Indonesia yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia melalui Arsip Universitas. Kegiatan ini merupakan bagian dari penyusunan Khazanah Arsip Statis Ketokohan sebagai upaya pelestarian memori kelembagaan sejak era PTPG, IKIP Bandung, hingga menjadi UPI.
Pada kesempatan ini, Arsip Universitas melaksanakan wawancara sejarah lisan terkait sosok almarhum H. Odang Muchtar, yang pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor II IKIP Bandung Bidang Keuangan, Umum, dan Kepegawaian. Wawancara dilakukan bersama Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd., selaku pengkisah dan anak kandung tokoh, guna menggali informasi mendalam mengenai kepemimpinan, gagasan, kebijakan, serta nilai-nilai yang diwariskan semasa beliau mengabdi.
Kegiatan ini didahului dengan surat resmi permohonan kesediaan menjadi pengkisah dari Arsip Universitas, tertanggal 2 Januari 2026. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa dokumentasi sejarah lisan bertujuan untuk merekam kebijakan strategis, capaian, serta kontribusi pimpinan universitas pada masanya sebagai bagian dari penguatan identitas institusi.
Wawancara menggunakan instrumen semi-terstruktur yang mencakup aspek kehidupan pribadi, riwayat pendidikan, perjalanan karier, gaya kepemimpinan, kontribusi kelembagaan, hingga warisan nilai dan pesan bagi generasi sivitas akademika. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang penelusuran dokumen, foto, maupun arsip pribadi yang dapat memperkaya khazanah arsip statis universitas.

Bagi Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, kegiatan ini menjadi praktik nyata implementasi keilmuan di bidang kearsipan, preservasi memori institusi, serta pengelolaan arsip statis berbasis nilai sejarah. Dokumentasi sejarah lisan tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai sumber pembelajaran bagi mahasiswa dan peneliti dalam memahami dinamika tata kelola perguruan tinggi pada masa lalu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai keteladanan, integritas, dan dedikasi para pimpinan terdahulu dapat terus diwariskan kepada generasi sivitas akademika UPI, sekaligus memperkuat budaya sadar arsip di lingkungan universitas.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan memori institusi serta memperkaya sumber sejarah pendidikan tinggi di Indonesia.


