UPI, Bandung. (20/5/2024). Mahasiswa melakukan kunjungan ke Perpustakaan ITENAS untuk belajar mengenai jaringan di perpustakaan.
Perpustakaan memiliki tiga lantai, tetapi hanya dua lantai yang berfungsi secara fungsional. Lantai satu untuk bagian koleksi sirkulasi, adminitrasi, termasuk pengadaan dan pengolahan. Kemudian lantai dua itu bagian referensi, setiap sudut ruangan perpustakan terhubung dengan koneksi internet baik berupa wifi ataupun kabel untuk komputer langsung.
Fasilitas Wifi di UPT Perpustakaan Itenas, ada tiga lokasi utama dengan akses internet di perpustakaan. Yaitu ruangan staf, perpustakaan dan hotspot itenas. Hotspot Itenas tersedia hampir di semua gedung, tetapi jaringan cenderung lambat karena penggunanya banyak. Namun perpustakaan memiliki dua jaringan hotspot khusus yaitu ‘‘library 2’’ dan ‘‘perpustakaan’’. Awalnya ‘‘perpustakaan’’ hanya digunakan untuk kegiatan perpustakaan saja, tetapi karena kebutuhannya lebih luas sehingga digunakan oleh Mahasiswa.

Jaringan juga digunakan untuk mengakses tugas akhir, karena tugas akhir telah didigitalisasikan dan tidak dibuka secara open source sehingga akses untuk membahas tugas akhir hanya bisa dilakukan melalui hotspot library. Sehingga jika ada orang luar ingin mengakses skripsi Itenas mengharuskan datang langsung ke perpustakaan dan diberi akses untuk membaca saja. Hal tersebut merupakan bagian dari proteksi untuk melindungi karya mahasiswa dari potensi plagiarisme, sehingga akses tugas akhir dibatas hanya untuk sivitas akademika Itenas, sehingga ada prosedur yang memastikan bahwa mereka benar-benar mahasiswa Itenas. Secara keseluruhan, perpustakaa berusaha menyediakan akses internet dan digitalisasi tugas akhir yang baik meskipun menghadapi berbagai kendala teknis dan administrasi sehingga evaluasi dan peningkatan perlu dilakukan untuk memastikan fasilitas dan layanan yang optimal bagi pengguna perpustakaan.
Kondisi jaringan internet di perpustakaan biasanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, terutama di pagi hari karena tidak banyak yang menggunakan wifi. Namun puncak kujungan antara pukul 11 sampau 1 siang biasanya jaringan menjadi lebih lambat karena banyak pengguna yang mengakses internet secara bersamaan. Kendala dari pandangan pustakawan, karena pustakawan menggunakan kabel LAN, membuat jaringan mereka lebih stabil namun masalahnya biasanya terjadi jika ada masalah dari pusta yang menyebabkan jaringan down.
Bandwith perpustakaan adalah 500 Mbps dengan 4 titik akses yang secara teori bisa mengcover hingga 200 pengguna. Namun di lapangan, konektivitas terpenuhi dengan batas minimun dan kecepatan bisa lebih lambat karena banyak yang menggunakan internet secara bersamaan. Secara keseluruhan jaringan internet di perpustakaan Itenas cukup memadai untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun ada kendala saat puncak kunjungan dan event besar. Pustakawan memiliki jaringan yang lebih stabil karena menggunakan kabel LAN, tetapi pemustaka mengalami sedikit kendala kecepatan ketika banyak yang menggunakan di waktu bersamaan.

