UPI, Bandung. (21/6/2024). Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi melakukan kunjungan observasi ke Perpustakaan Politeknik Negeri Bandung mengeni infrastruktur perpustakaan digital.
Perangkat keras (hardware) yang digunakan perpustakaan digital Politeknik Negeri Bandung menggunakan Linux dan Window. Linux merupakan sebuah sistem operasi terbuka yang dikembangkan oleh sebuah komunitas pengembang dan dapat diakses secara gratis dengan memberikan tingkat kestabilan, keamanan, dan kemampuan beradaptasi lebih tinggi, sedangkan Window merupakan perangkat lunak pengoperasian hasil rancangan perusahaan yang memberikan hak lisensi (Maolia & Aprilliana, 2024). Dan menggunakan perangkat lunak (software) seperti SLiMS dan GDL. Selain itu, dalam mengelola perpustakaan digital, pengelola perpustakaan memiliki tugas dan wewenang dalam mempromosikan perpustakaan digital seperti penambahan konten repositori, mempromosikan e-resources seperti repositori, mempromosikan e-collection seperti e-journal dan e-book dari Gramedia digital serta konten berupa pertanyaan-pertanyaan mengenai e-resources yang dapat ditanya oleh pemustaka melalui WhatsApp, email, dan Instagram yakni ‘Tanya Pustakawan’ sebagai fitur pusat bantuan layanan referensi artinya pustakawan mendapat beberapa pertanyaan dari pemustaka secara online dan dijawab menggunakan koleksi referensi yang tersedia serta membimbing dan memberikan bantuan kepada pemustaka dalam penelusuran informasi yang dicari atau dibutuhkan (Ramadhan & Tamaya, 2021).

Adapun tantangan yang dihadapi perpustakaan Politeknik Negeri Bandung beserta tenaga perpustakaan dalam memberikan layanan informasi kepada pemustaka yakni keterbatasan dana yang berakibat pada terbatasnya koleksi, sehingga referensi yang dicari dan dibutuhkan oleh sivitas akademika khususnya mahasiswa tidak ditemukan dan cara yang dilakukan tenaga perpustakaan menghadapi permasalahan tersebut dengan cara mencari subjek koleksi yang dimiliki dengan subjek koleksi yang dibutuhkan mahasiswa.

