UPI, Bandung. Pada tanggal 7 November 2024, Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia Angkatan 2022 telah melaksanakan kunjungan ke perpustakaan dan dua museum yang berada di Kota Banten. Kunjungan dilakukan ke Perpustakaan Saidjah Adinda, Museum Multatuli, dan Museum Negeri Banten. Kunjunagn tersebut dalam rangka observasi lapangan mata kuliah Manajemen Museum yang diampu oleh Prof. Dr. Lely Yulifar, M.Pd. M.Si. dan Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. Kunjungan ke perpustakaan dn museum ini didampingi oleh Bapak Ardiansah, M.I.Kom. sebagai tim dosen program studi Perpusinfo. Kegiatan ini diawali dengan mahasiswa dan dosen berkumpul di ATM Center Universitas Pendidikan Indonesia, perjalanan dari Bandung dimulai pada pukul 03.00 WIB dan sampai di Kota Banten pada pukul 07.30 WIB.
Destinasi pertama yang dikunjungi oleh mahasiswa Perpusinfo adalah Perpustakaan Saidjah Adinda. Perpustakaan Saidjah Adinda berlokasi tepat di depan alun-alun Rangkasbitung, dan di sebelah Museum Multatuli. Nama perpustakaan ini diambil dari nama tokoh yang ada di salah satu buku karya Multatuli, Perpustakaan ini dikenal dengan desainnya yang menyerupai lumbung padi. Perpustakaaan ini memiliki dua lantai, pada lantai pertama terdapat ruang audiovisual atau bioskop kecil, dan panggung yang disediakan untuk berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh perpustakaan. Selanjutnya pada lantai kedua terdapat ruang layanan anak, ruang layanan referensi, dan ruang baca. Perpustakaan ini memiliki layanan yang unik dan juga koleksi yang beragam, memberikan pengalaman kunjungan yang sangat menarik bagi mahasiswa Perpusinfo.

Setelah mengunjungi Perpustakaan Saidjah Adinda, Mahasiswa melanjutkan kunjungan ke Museum Multatuli yang lokasinya tepat di sebelah Perpustakaan. Museum ini merupakan Museum Multatuli kedua di dunia, Museum Multatuli pertama berada di Amsterdam, Belanda. Museum ini memiliki tujuh ruang yang saling terkait satu dengan yang lainnya, yaitu ruang selamat datang, ruang kolonialisme, ruang tanam paksa, ruang multatuli, ruang Banten, ruang Lebak, dan terakhir ruang Rangkasbitung. Pada bagian luar museum terdapat aula serbaguna dan juga taman. Pada saat berkunjung, mahasiswa disambut dengan hangat oleh Kepala Museum Multatuli, Bapak Ubaidillah Muchtar, M.Pd. kemudian mahasiswa berkeliling museum yang dipandu oleh seorang edukator yang menjelaskan tiap koleksi dengan sangat informatif dan juga interaktif. Pengalaman mengunjungi Museum Multatuli ini sungguh berkesan. Melalui tujuh ruangan yang disajikan, mahasiswa diajak untuk menganalisis secara mendalam sejarah kolonialisme di Indonesia, khususnya di wilayah Lebak.
Setelah mengunjungi Perpustakaan Saidjah Adinda dan Museum Multatuli, mahasiswa melakukan perjalanan menuju destinasi terakhir, yaitu Museum Negeri Banten yang berlokasi di Gedung Islamic Center, Kota Serang. Museum Negeri Banten ini menjadi museum identitas daerah Banten. Koleksi yang dipamerkan sangat beragam terdiri dari peninggalan Sejarah dan budaya banten, seperti keramik, keris, arca, hingga fosil badak bercula satu. Museum Negeri Banten memiliki tiga ruangan, yaitu ruang koleksi, ruang galeri, dan ruang audiovisual.

Museum Negeri Banten memberikan pengalaman kunjungan yang informatif. Di museum ini, mahasiswa dapat menyaksikan langsung seperti apa fosil badak bercula satu yang merupakan hewan yang terancam punah. Kemudian pada ruang galeri, mahasiswa dapat menikmati berbagai fotografi mengenai tempat-tempat bersejarah di Banten dan juga alat musik tradisional atau gamelan yang dapat dimainkan oleh para mahasiswa. Ruang audiovisual menyajikan film dokumenter tentang sejarah Banten, budaya Banten, hingga sumber daya alam yang ada di Daerah banten. Di akhir, pihak museum mengadakan kuis interaktif mengenai koleksi yang ada di museum dan pengetahuan umum tentang budaya Banten yang diikuti dengan sangat antusias oleh mahasiswa Perpusinfo, sehingga semakin menambah pengetahuan dan pemahaman mahasiswa. Kunjungan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Dengan terlaksananya kegiatan Kunjungan museum ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa Perpusinfo. Dengan menyaksikan langsung koleksi-koleksi bersejarah, mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami konteks sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan mengenai koleksi museum. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa dan memperkaya pengetahuan mahasiswa mengenai manajemen museum di berbagai museum di Indonesia.

Kontributor: Adzra Kamilah Syafiatuljannah
Editor: Angga Hadiapurwa

