Bandung Barat, 6 Agustus 2025 – Suasana keilmuan dan kehangatan pertukaran budaya menyelimuti Rumah Terapi Buku Wangunsari hari ini dalam acara bertajuk “Eksplorasi Ilmu dan Budaya”. Kegiatan ini menandai terjalinnya kolaborasi strategis antara Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Perbadanan Perpustakaan Awam Negeri Perak (PPANPK), Malaysia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mengenai biblioterapi sekaligus memberikan dampak sosial langsung bagi masyarakat.
Bertempat di Rumah Terapi Buku Wangunsari, Lembang, acara ini dihadiri oleh Hj. Susanti Agustina, Ph.D., sebagai pendiri Rumah Terapi Buku, Direktur/Kepala perbadanan perpustakaan awam Perak Malaysia: Dr. Rafidah Abdul Aziz beserta jajarannya; Kaprodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd.; Ketua Yayasan Cinta Amanah, H. Sutomo, S.Sos.I. dan ketua RW 008 Hidayat. Acara dibawakan oleh Oktaviani Melani, S.Si. dan melibatkan mahasiswa Amina Bina Ilmiah, Arsyi Laurint, Avril Almira, dan Yasmina Filisthin. Kunjungan ini merupakan bagian dari program lawatan sambil belajar yang berfokus pada pertukaran pengetahuan mengenai literasi emosional, manajemen komunitas, dan praktik terapi berbasis buku.

Rangkaian Acara yang Kaya Ilmu dan Interaksi
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini berfokus pada diskusi interaktif. Setelah dibuka dengan sambutan hangat dari kedua belah pihak, para delegasi diajak berkeliling untuk melihat secara langsung fasilitas dan suasana terapi di Rumah Terapi Buku.
Agenda utama diisi dengan dua sesi berbagi ilmu yang mendalam. Sesi pertama yang dibawakan oleh Hj. Susanti Agustina, Ph.D., mengupas tuntas konsep dan aplikasi Biblioterapi. Sesi kedua oleh Yayu Wulandari, M.I.Kom., memberikan wawasan praktis mengenai pengorganisasian informasi untuk koleksi biblioterapi, sebuah aspek krusial dalam menunjang praktik terapi.
Puncak dari pertukaran ilmu adalah sesi praktik simulasi biblioterapi, di mana para peserta mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana buku dapat menjadi alat terapi yang efektif. Momen ini memberikan pemahaman yang mendalam dan menyentuh disertai dengan antusias yang sangat tinggi dari para peserta kegiatan.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, PPANPK Malaysia menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara simbolis kepada Rumah Terapi Buku untuk mendukung dan memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan masyarakat di lingkungan Rumah Terapi Buku.


Komitmen Bersama untuk Pembangunan Berkelanjutan
Melalui rangkaian kunjungan institusional, diskusi ilmiah, observasi praktik biblioterapi, serta pelaksanaan aktivitas CSR bersama anak-anak dan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara lembaga pendidikan, perpustakaan internasional, dan komunitas biblioterapi.
Inisiatif ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga secara aktif mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus pada kesehatan mental melalui biblioterapi sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Sementara itu, pertukaran ilmu dan pemberdayaan literasi di tingkat komunitas merupakan kontribusi nyata terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Lebih jauh lagi, kolaborasi lintas negara ini adalah wujud dari SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), yang menekankan pentingnya sinergi global untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sekaligus menjadi capaian Indeks Kinerja Utama (IKU 2, 3, 6, 7 Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi bagi Universitas Pendidikan Indonesia).
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan doa bersama, meninggalkan harapan besar akan kelanjutan kerja sama yang lebih erat dan bermanfaat di masa mendatang. (Susanti Agustina, Amina Bina/Red)

