Bandung Barat, 07 Agustus 2025 — Empat mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) — Amina Bina Ilmiah, Arsyi Laurint, Avril Almira Ivania Sherill, dan Yasmina Filisthin Nugraha — telah menyelesaikan program magang di Rumah Terapi Buku, yang berlokasi di Boscha Villas No. 08 RT/RW 03/08 Desa Wangunsari, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan magang ini berlangsung mulai 22 Juli hingga 06 Agustus 2025 dan berfokus pada pengorganisasian informasi untuk mendukung layanan biblioterapi.
Selama masa magang, para mahasiswa berperan aktif dalam berbagai kegiatan teknis pengelolaan koleksi, mulai dari klasifikasi koleksi; pengkategorian berdasarkan kelompok usia pembaca, seperti kode warna merah (Anak-Anak), kode warna kuning (Dewasa), kode warna Hijau (Remaja), dan kode warna biru (Lansia); pembuatan library management system SLiMS; hingga shelving buku agar koleksi tersusun rapi dan mudah diakses. Tantangan yang dihadapi antara lain plug-in SLiMS yang tidak berfungsi sesuai perintah sehingga pembuatan label warna harus dilakukan secara manual, serta kendala awal saat data buku di Excel tidak dapat diimpor langsung ke SLiMS. Namun, melalui uji coba berulang dan kolaborasi tim, kendala tersebut berhasil diatasi sehingga seluruh data koleksi dapat diinput dengan baik.


Puncak kegiatan magang bertepatan dengan kunjungan Perbadanan Perpustakaan Awam Negeri Perak, Malaysia, pada 6 Agustus 2025. Kunjungan ini diisi dengan tiga agenda utama: paparan mendalam tentang konsep dan aplikasi biblioterapi oleh Hj. Susanti Agustina, Ph.D.; pemaparan strategi pengorganisasian informasi koleksi biblioterapi oleh Yayu Wulandari, M.I.Kom.; serta sesi praktik simulasi biblioterapi yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang bagaimana buku dapat menjadi media terapi yang efektif.
Kegiatan magang ini memberikan berbagai manfaat, seperti peningkatan keterampilan teknis pengelolaan koleksi, pemahaman aplikatif mengenai biblioterapi, dan pengalaman berinteraksi dalam forum kolaborasi internasional. Dari sisi peluang, magang ini membuka kemungkinan kerjasama lanjutan antara UPI, Rumah Terapi Buku, dan lembaga internasional, terutama dalam pengembangan program literasi kesehatan mental. Adapun kelebihannya terletak pada kesempatan belajar langsung di perpustakaan independen yang inovatif, sedangkan kekurangannya adalah keterbatasan infrastruktur teknologi yang memerlukan solusi kreatif dari peserta magang.
Ke depannya, diharapkan program magang seperti ini dapat terus dilakukan untuk memperluas wawasan mahasiswa, mengembangkan layanan perpustakaan yang inovatif, dan menjalin kemitraan lintas negara. Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, poin 4 tentang pendidikan berkualitas, dan poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui upaya meningkatkan literasi, mendukung kesehatan mental, serta membangun jaringan kerja sama global.
Selain itu, kegiatan ini berkontribusi langsung terhadap capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya IKU 2 yang mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman belajar di luar kampus melalui praktik langsung di perpustakaan komunitas, IKU 3 yang melibatkan dosen dalam kegiatan di luar kampus melalui sesi berbagi ilmu dan kolaborasi internasional, serta IKU 6 yang memperkuat kemitraan strategis dengan lembaga internasional, yakni Perbadanan Perpustakaan Awam Negeri Perak, Malaysia, sebagai langkah memperluas jejaring dan peluang kerja sama di masa depan. (Arsyi/Red)



