Bandung, 24 September 2025 — Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia, yaitu Aufa Fikri Nugraha, Arya Naufal Dharmawan dan Galing Ardi Bagaskoro telah melaksanakan kegiatan magang di Pusat Referensi Pendidikan Khusus yang berlokasi di gedung FIP Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan magang yang dilaksanakan berlangsung sejak bulan Februari 2025 dengan pengawasan Pak Wina selaku tenaga kependidikan prodi Pendidikan Khusus.
Kegiatan selama pemagangan dimulai dengan observasi awal pusat referensi untuk mengamati dan berkonsultasi dengan Pak Wina terkait penempatan koleksi serta beberapa jenis koleksi yang perlu diatur. Mulai dari koleksi buku biasa yang bebas dipinjam, buku referensi yang terbatas di ruangan, hingga tesis dan disertasi yang merupakan karya ilmiah civitas program studi. Sepanjang kegiatan konsultasi tersebut pula, peserta magang dengan tenaga kependidikan menyepakati pengadaan barang sebagai basis data katalogisasi secara manual dan digital, yang menggunakan buku besar dan aplikasi Senayan Library Management System (SLiMS).
Sepanjang Maret hingga Juli, mahasiswa memasukkan data koleksi dengan total mencapai lebih dari 2.000 eksemplar ke dalam katalog manual dan digital. Selama kegiatan input data berlangsung, mahasiswa menggunakan bantuan beberapa laman untuk melakukan klasifikasi buku, seperti laman Perpustakaan Nasional atau Library of Congress untuk buku-buku berbahasa Inggris. Pada akhir Juli, para peserta magang mulai melakukan shelving untuk buku-buku yang sudah dimasukkan datanya ke rak-rak yang sudah disiapkan, melakukan penempatan sesuai dengan urutan nomor panggil yang telah dibuat dan posisi rak yang sudah ditentukan dengan izin Pak Wina.
Pada bulan Agustus, setelah buku-buku dimasukkan ke raknya masing-masing, mahasiswa mulai melakukan input data koleksi tesis dan disertasi yang berjumlah ratusan ke dalam katalog manual dan digital, dengan tujuan mempermudah temu kembali koleksi karya ilmiah yang dipinjam oleh mahasiswa. Tesis dan disertasi, tidak diklasifikasikan menggunakan Dewey Decimal System, namun menggunakan tahun pengesahan sebagai klasifikasi utamanya, agar memudahkan mahasiswa dalam menemukan karya ilmiah yang akan dipinjam. Kegiatan diakhiri pada tanggal 19 Agustus 2025, dengan kehadiran Arya Naufal Dharmawan dan Galing Ardi Bagaskoro secara formal untuk menyerahkan panduan penggunaan SLiMS untuk manajemen koleksi.
Kegiatan magang ini memberikan pengalaman secara langsung kepada para mahasiswa dalam merancang sistem manajemen koleksi perpustakaan, seperti menentukan format penomoran eksemplar, kustomisasi aplikasi otomasi perpustakaan, hingga menentukan tata letak koleksi agar bisa diakses dengan mudah oleh para pemustaka. Kegiatan magang ini juga akan menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam rekam jejak mahasiswa selama menjalani perkuliahan di program studi Perpustakaan dan Sains Informasi.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 tentang Quality Education dan tujuan nomor 9 tentang Industry, Innovation, and Infrastructure. Melalui pengelolaan koleksi yang terstruktur, pemanfaatan teknologi SLiMS, dan penyediaan akses informasi yang lebih inklusif, kegiatan magang ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan pendidikan tetapi juga memperkuat inovasi dan infrastruktur pengetahuan di lingkungan akademik secara berkelanjutan.

