Kota Bandung, 24 September 2025. Selama lebih dari sebulan, dua mahasiswa semester 4 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jezzyndah Hanifah dan Raysha Azzahra Fitri Fadillah, menjalani pengalaman magang di Pusat Survei Geologi (PSG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang berlokasi di Jl. Diponegoro No.57, Cihaur Geulis, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung. Kegiatan ini berlangsung sejak 7 Juli hingga 15 Agustus 2025 dengan fokus pada pengelolaan arsip usul musnah.
Selama menjalankan kegiatan magang, Jezzyndah dan Raysha tidak hanya berkutat dengan dokumen, tetapi benar-benar menyelami dunia kearsipan di Pusat Survei Geologi. Dalam kurun waktu satu bulan lebih, keduanya diberikan tugas untuk mengklasifikasi dan menata ulang arsip proyek kurang lebih hampir satu lemari roll o pack Arsip yang di dalamnya memuat beberapa dokumen penting yang membentang sepanjang kurun waktu tahun 1970 hingga tahun 2004, sebuah rentang sejarah panjang yang merekam berbagai kegiatan eksplorasi dan penelitian geologi di Indonesia. Setiap kotak arsip dibuka, isinya diperiksa, lalu dikelompokkan sesuai proyek dan tahun pelaksanaan. Proses ini dilanjutkan dengan klasifikasi menurut ketentuan internal PSG, sebelum seluruh data dicatat rapi dalam format Excel untuk diusulkan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Sebuah kesempatan baik yang dibaluti oleh kebersamaan yang tidak akan keduanya lupakan. Memulai kegiatan magang di PSG ini membuat keduannya menemukan pengalaman, teman-teman, dan staf yang sangat luar biasa merangkul tanpa membeda-bedakan. Mereka tak hanya dilibatkan dalam pekerjaan dalam mengasah ketelitian di meja kerja, keduanya juga dilibatkan dalam dinamika kehidupan kantor, seperti acara yang dilaksanakan oleh staf disana. Seperti acara coffee break dan acara pembukaan serta penutupan lomba 17 Agustus untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80. Tentunya Pengalaman-pengalaman ini membuat magang tidak sekadar mengerjakan tugas administratif, tetapi perjalanan belajar yang menyeluruh tentang budaya kerja di sebuah lembaga riset nasional.

Beberapa arsip memiliki informasi yang tidak langsung terlihat, sehingga penentuan kategori memerlukan pembacaan cermat dan diskusi dengan bapak dan ibu pembimbing. Tantangan ini membuat penyelesaian pekerjaan membutuhkan waktu lebih panjang dari perkiraan semula. Meskipun demikian, melalui kerja yang konsisten, peninjauan ulang secara berkala, dan koordinasi serta pengecekan dari pembimbing, seluruh data arsip selama 17 tahun (1970–1986) berhasil diinput dengan baik. Selain itu, roll o pack arsip dapat dirapikan, dan seluruh koleksi kini tersusun secara sistematis berdasarkan proyek dan tahun pelaksanaan, sehingga lebih siap untuk diajukan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Pengalaman magang ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari kearsipan secara langsung, bahkan sebelum mahasiswa mengikuti mata kuliah kearsipan secara formal di program studinya. Melalui keterlibatan penuh dalam proses penataan arsip, Jezzyndah dan Raysha memperoleh pemahaman praktis mengenai bagaimana dokumen dikelola secara sistematis sesuai standar instansi pemerintah. Selain penguasaan keterampilan teknis, kegiatan ini juga mengajarkan arti penting bekerja dengan target waktu, membangun disiplin pribadi, bekerja dengan tim, serta beradaptasi dengan ritme kerja lembaga profesional. Interaksi langsung dengan staf Pusat Survei Geologi memberikan pengalaman nyata tentang budaya kerja yang menuntut ketelitian, komunikasi yang efektif, dan kesediaan menerima umpan balik sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Melalui pengalaman ini, keduanya tidak hanya mendapatkan bekal keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang budaya kerja dan pentingnya ketelitian dalam mengelola arsip sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan profesional. Kegiatan magang ini diharapkan dapat menjadi awal dari contoh pelaksanaan magang yang efektif dan terus dilanjutkan bagi mahasiswa di masa mendatang dan diharapkan dapat menjadi dukungan tambahan bagi upaya Pusat Survei Geologi dalam menjaga dan mengelola arsip secara sistematis.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 (Quality Education) dan tujuan nomor 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Melalui praktik langsung dalam pengelolaan arsip, mahasiswa tidak hanya memperkuat keterampilan akademik, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memperkuat tata kelola informasi yang transparan dan akuntabel di lembaga pemerintah. Penataan arsip yang rapi dan sistematis memastikan bahwa pengetahuan geologi yang berharga tetap terjaga sebagai sumber informasi publik yang terpercaya, sehingga mendorong terwujudnya pendidikan yang bermutu dan lembaga yang lebih kuat serta berkelanjutan.

