Bandung, 3 Desember 2025 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan rapat rutin di Ruang Prodi Perpusinfo yang dipimpin oleh Ketua Program Studi, Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd. Rapat dibuka dengan arahan mengenai pentingnya etika, kedisiplinan, serta komunikasi aktif antar-dosen dalam seluruh kegiatan akademik dan non-akademik. Kaprodi menegaskan bahwa koordinasi intensif perlu dijaga agar seluruh layanan pendidikan berjalan optimal.
Pembahasan kemudian mengalir pada isu-isu utama akademik yang dipaparkan oleh Pak Ardi. Prodi menegaskan bahwa penjadwalan sidang tidak akan dilakukan pada bulan Desember agar mahasiswa dapat menyelesaikan proses akademik tepat waktu, sementara persyaratan sidang akan dikumpulkan paling lambat H-7 sebelum pelaksanaan. Alur seminar proposal pun diperjelas, mulai dari kewajiban menjalani bimbingan dengan dosen pembimbing, pendaftaran melalui SIAS, hingga ketentuan minimal lima peserta dalam satu gelombang. Dosen berhak meminta pembaruan perkembangan proposal sebelum sempro, dan mahasiswa diperbolehkan langsung mengajukan SK Pembimbing setelah seminar tanpa menunggu revisi.
Rapat juga menyoroti perbaikan jadwal kuliah, khususnya banyaknya mata kuliah yang terjadwal pada Sabtu dan Minggu. Proses penjadwalan semester berikutnya yang dimulai Januari diharapkan lebih baik dan lebih selaras dengan perhitungan beban kerja dan distribusi SKS. Sementara itu, aktivitas teori dan praktikum tetap mengikuti standar yang berlaku, dan Program Adjunct Professor serta Praktisi Mengajar dikonfirmasi berjalan sangat baik.
Terkait program magang P3KNK, prodi merencanakan pelaksanaannya pada tahun 2026. Mahasiswa idealnya ditempatkan pada semester 7 untuk mencegah benturan dengan mata kuliah semester 6. Selain itu, karena program ini mengikuti ketentuan eksternal, rapat menegaskan pentingnya sosialisasi yang terintegrasi dengan lembaga mitra agar program lebih dipahami mahasiswa.
Bidang kemahasiswaan turut mendapat pembahasan, terutama terkait pendataan prestasi mahasiswa yang harus rutin diperbarui oleh dosen melalui laman akademik sebelum diproses oleh prodi. Prodi juga merencanakan penyegaran website, termasuk penambahan informasi kompetensi dosen serta tautan Orcid ID. Selain itu, Jurnal Edulib akan kembali diaktifkan dan melibatkan dosen dalam proses review artikel.
Rapat ditutup dengan penegasan kembali komitmen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan akademik, memperbaiki penjadwalan, dan memastikan transparansi informasi bagi mahasiswa. Harapannya, seluruh agenda yang telah dibahas dapat segera diimplementasikan demi penguatan prodi dan peningkatan mutu pendidikan.

Rangkaian agenda dalam rapat rutin ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education, karena seluruh keputusan diarahkan pada peningkatan mutu pembelajaran, penjaminan proses akademik yang terstruktur, serta penyempurnaan alur seminar proposal dan sidang yang lebih efisien dan transparan. Program magang P3KNK, penjadwalan perkuliahan yang lebih manusiawi, hingga penguatan kualitas bimbingan penelitian menunjukkan komitmen prodi terhadap pendidikan berkualitas dan berorientasi pada kompetensi. Selain itu, pembaruan website prodi, kolaborasi dengan profesor internasional, dan aktivasi kembali jurnal ilmiah mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals, dengan memperkuat jejaring akademik, kolaborasi global, serta peningkatan akses terhadap pengetahuan. Dengan demikian, rapat ini tidak hanya membahas aspek administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis prodi dalam kontribusi nyata terhadap pembangunan pendidikan tinggi yang berkelanjutan.

