UPI, Bandung. (2/5/2024). Mahasiwa melakukan pembelajaran di luar kelas di tempat Galery Sunaryo Art Space.
Dalam era digitalisasi yang semakin berkembang, otomatisasi dan manajemen metadata memainkan peran penting dalam pengelolaan koleksi seni dan budaya (Pratama, 2016). Galeri Selasar Sunaryo Art Space, sebagai salah satu lembaga seni terkemuka di Indonesia, menyadari pentingnya implementasi teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas informasi terkait koleksi seninya.
Pada tanggal 2 Mei 2024, dilakukan kegiatan pengumpulan data dengan metode observasi langsung dan wawancara di Selasar Sunaryo Art Space. Observasi ini dilakukan untuk memahami penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam otomasi dan manajemen metadata, serta pengorganisasian Sumber Daya Manusia (SDM) di galeri tersebut. Wawancara dilakukan dengan dua narasumber, yaitu Ibu Diah dan Ibu Sidney.

Tujuan dari observasi adalah untuk mengetahui secara langsung bagaimana SOP otomasi dan metadata diterapkan dalam praktiknya, serta bagaimana SDM di Galeri Selasar Sunaryo Art Space terlibat dalam proses ini. Sementara itu, wawancara bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperoleh data yang diperlukan untuk penulisan makalah ini.
Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi teknologi dalam pengelolaan koleksi seni dan budaya, dengan fokus pada efisiensi, akurasi, dan aksesibilitas informasi. Dengan memahami implementasi SOP otomasi dan metadata, serta peran SDM dalam proses ini, diharapkan dapat memberikan pandangan yang komprehensif tentang praktik terbaik dalam pengelolaan galeri seni pada era digitalisasi saat ini.

