Sabtu, 21 Juni 2025 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) FIP UPI telah sukses menyelenggarakan pembukaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yang mengangkat tema “Pembinaan Perpustakaan Sekolah Terintegrasi Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Platform Microcredential Libme di Kabupaten Garut”.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta yang terdiri dari pengelola perpustakaan sekolah serta guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA di wilayah Kabupaten Garut. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung penguatan literasi informasi, integrasi layanan perpustakaan dalam kurikulum pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi digital melalui platform microcredential Libme (Library Academy).
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim PKM Prodi Perpusinfo FIP UPI, Dr. Riche Cynthia Johan, M.Si., yang menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan upaya untuk mendukung pengelolaan perpustakaan sekolah melalui pemberian materi-materi pembelajaran yang relevan, aplikatif, berbasis platform microcredential Libme.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kontrak belajar serta pengenalan platform Libme, yang dipandu oleh Ardiansah, M.I.Kom., selaku narasumber. Platform ini akan menjadi media pembelajaran utama selama pelaksanaan program, baik untuk sesi mandiri maupun sesi praktik belajar. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan mengenai penggunaan platform secara bertahap, mulai dari proses pendaftaran akun, navigasi antarmuka pengguna, hingga mekanisme pengerjaan materi dan kuis. Penjelasan diberikan secara rinci agar peserta dapat mengakses dan memanfaatkan seluruh fitur Libme secara optimal selama pembelajaran berlangsung.
Tidak hanya mengenalkan platform Libme, kegiatan ini juga menghadirkan empat topik utama dalam bentuk materi pembelajaran yang disampaikan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya.
Materi pertama membahas tentang “Literasi Informasi untuk Pemelajar Mandiri” yang disampaikan oleh Dr. Riche Cynthia Johan, M.Si., Suci Yanti Ramadhan, M.A., dan Fikri Dwi Oktaviani, M.I.Kom. Dalam sesi ini, narasumber menekankan pentingnya literasi informasi sebagai keterampilan esensial yang tidak hanya sebatas kemampuan mencari informasi, tetapi juga bagaimana mengevaluasi, mengelola, dan menggunakannya. Materi ini dibuka dengan pemahaman konseptual mengenai definisi dan ruang lingkup literasi informasi masa kini serta dilanjutkan dengan implementasi dalam konteks pembelajaran mandiri. Para narasumber juga mengajak peserta mengenal berbagai model literasi informasi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.
Adapun pada sesi pematerian kedua tentang “Pengembangan Koleksi Inklusif” yang dibawakan oleh Ardiansah, M.I.Kom. dan Lutfi Khoerunnisa, M.I.Kom., yang menguraikan prinsip-prinsip dalam menyusun koleksi perpustakaan yang responsif terhadap keberagaman latar belakang, kebutuhan belajar, serta kondisi sosial peserta didik. Koleksi inklusif menjadi kunci dalam membangun perpustakaan yang ramah untuk semua kalangan. Sesi ini memantik diskusi yang beragam dan antusias dari para peserta kegiatan.
Selanjutnya, di materi ketiga mengenai “Sistem Informasi Perpustakaan”, dipresentasikan oleh Liddya Ganda Asmara, M.I.Kom. dan Muhammad Haidar, S.Si. Topik ini menyoroti pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan data perpustakaan, salah satunya membahas penggunaan SLiMS sebagai otomasi layanan perpustakaan open source yang dapat dimanfaatkan oleh pengelola perpustakaan.
Terakhir, pada sesi materi keempat berjudul “AI sebagai Sumber Belajar” yang disampaikan oleh Yayu Wulandari, M.I.Kom. Dalam sesi ini, pematerian berfokus pada bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran dan pengajaran.
Mengakhiri sesi pembukaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat, Dr. Riche Cynthia Johan, M.Si., selaku Ketua Tim PKM Prodi Perpusinfo FIP UPI, menyampaikan harapan besar bahwa kegiatan ini akan mampu meningkatkan kompetensi para pengelola perpustakaan dalam menghadirkan layanan informasi yang inklusif, adaptif terhadap teknologi, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik. (Amina, Yayu /Red)

