Bandung, 15 Juli 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) – Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Hana Silvana, M.Si. kembali menggelar rapat internal di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, pada hari Selasa (15/7/2025). Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk membahas berbagai perkembangan yang telah dicapai dalam pelaksanaan penelitian, sekaligus memastikan bahwa semua progres yang ada berjalan sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun sebelumnya. Rapat ini sangat penting agar seluruh anggota tim tetap berada di jalur yang sama dan mampu menyesuaikan strategi apabila diperlukan.
Penelitian yang berjudul “Kompetensi Literasi Digital dalam Personal Branding Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia pada Media Sosial” ini merupakan salah satu proyek unggulan yang mendapatkan pendanaan langsung dari universitas. Tim peneliti terdiri dari Dr. Hana Silvana, M.Si. sendiri sebagai ketua, didampingi oleh dua dosen lain, Susanti Agustina, Ph.D., dan Lutfi Khoerunnisa, M.I.Kom. Tak ketinggalan, ada juga mahasiswa yang turut berpartisipasi dalam penelitian ini, yaitu Dimas Saputra, Bebby Riski Aprilliana, dan Intan Nurhasanah. Rapat yang diadakan secara hybrid ini menampilkan kehadiran seluruh anggota secara langsung di lokasi, kecuali Bebby Riski Aprilliana yang saat itu sedang menjalani masa magang di luar kampus, dan Intan Nurhasanah yang sedang berada di luar kota. Kedua peserta ini mengikuti jalannya rapat melalui Zoom Meeting, sehingga komunikasi dan diskusi tetap berlangsung lancar dan efektif.
Penelitian ini secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Fokus pada literasi digital dan personal branding mahasiswa mencerminkan upaya peningkatan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat digital saat ini. Dengan mengintegrasikan pembelajaran digital melalui media sosial, penelitian ini tidak hanya membangun kapasitas individu mahasiswa, tetapi juga mendorong inovasi dalam pendekatan pendidikan tinggi. Selain itu, pelibatan aktif mahasiswa dalam proses penelitian ini menjadi bagian dari strategi pembelajaran kolaboratif yang memperkuat keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi digital — semua merupakan aspek penting dalam menciptakan generasi muda yang adaptif dan berdaya saing di era transformasi digital.
Salah satu poin penting dari evaluasi rapat adalah bahwa dari 15 narasumber yang sudah diwawancarai, semuanya berasal dari Program Studi Teknologi Pendidikan. Mengingat perlunya gambaran yang lebih komprehensif dan representatif dari berbagai latar belakang, tim sepakat untuk menambah sebanyak 10 narasumber lagi dari program studi lain di Fakultas Ilmu Pendidikan. Dengan langkah ini, diharapkan hasil penelitian dapat mencerminkan pandangan dari seluruh sembilan program studi yang ada, sehingga data yang diperoleh lebih kaya dan akurat.
Hasil wawancara awal menunjukkan bahwa semua narasumber menyadari betapa pentingnya personal branding di media sosial. Meskipun begitu, sebagian besar dari mereka masih belum rutin menjadwalkan kapan waktu yang tepat untuk memposting konten. Sebagian lainnya menyatakan bahwa mereka berencana untuk mulai menyusun dan mengikuti jadwal konten yang terencana ke depannya, agar lebih efektif dalam membangun citra diri secara digital. Dari platform media sosial yang digunakan, Instagram dan LinkedIn mendominasi sebagai media utama untuk personal branding. Mayoritas narasumber merasa Instagram sudah sangat akrab digunakan sehari-hari, sementara LinkedIn digunakan sebagai sarana untuk membangun rekam jejak profesional sejak dini, tepat saat mereka mulai menapaki jenjang perkuliahan.
Di sisi lain, Dr. Hana Silvana, M.Si., juga menekankan pentingnya menggali lebih dalam terkait sepuluh kompetensi literasi digital yang menjadi fokus penelitian berikutnya. Kompetensi tersebut meliputi kemampuan untuk mengakses secara teknis, memahami, menyeleksi, menganalisis, memverifikasi, mengevaluasi, memproduksi atau membuat konten, mendistribusikannya, serta berpartisipasi dan berkolaborasi secara aktif di dunia digital. Selain itu, beliau juga mengingatkan anggota tim untuk segera menyelesaikan semua persyaratan dan proses administrasi yang diperlukan dalam pengajuan etik penelitian, agar penelitian ini dapat berjalan lancar dan sesuai aturan.
Sebagai penutup, Dr. Hana Silvana memberikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh anggota tim. Ia menyampaikan semangat agar mereka tetap produktif dan semangat, terutama di tengah libur semester yang cukup panjang ini. Dengan semangat dan kolaborasi yang baik, diharapkan penelitian ini mampu memberikan kontribusi yang signifikan dan bermanfaat bagi pengembangan kompetensi literasi digital mahasiswa masa kini (Dimas Saputr/Red).
(Dimas/Red)

