Bandung, 26 Agustus 2025, MOKAKU Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi 2025 hadir sebagai gerbang pertama yang menyambut mahasiswa baru dalam perjalanan panjang dunia akademik di jenjang perguruan tinggi. Dengan mengusung tema “Buka Lembar, Mulai Cerita”, kegiatan ini ingin menggambarkan bahwa setiap mahasiswa baru kini tengah memulai babak baru dalam hidup mereka seperti membuka lembar pertama dari sebuah buku kehidupan yang akan mereka tulis sendiri selama berkuliah di prodi ini. Tema ini tidak hanya simbolis, tetapi juga menjadi ajakan reflektif bahwa perjalanan intelektual dan emosional mereka akan dipenuhi pengalaman, tantangan, serta pencapaian yang berharga. Maka, kegiatan ini dirancang tidak semata sebagai acara seremonial penyambutan, tetapi juga sebagai ruang pembuka cerita, memperkenalkan nilai-nilai prodi, mempererat koneksi awal, dan menyalakan semangat kebersamaan yang akan mereka bawa sepanjang masa studi. Suasana penuh semangat mulai terasa sejak ruangan mulai dipenuhi oleh mahasiswa baru dengan ekspresi antusias, berpakaian rapi, dan semangat menyambut babak baru dalam hidup mereka. Kegiatan dibuka oleh MC yang menyapa dengan hangat seluruh peserta dan tamu undangan. Lantunan basmalah yang dibacakan bersama menjadi doa pembuka, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menyentuh hati, menciptakan suasana haru dan penuh harapan. Setelahnya, dilanjutkan dengan penayangan Mars Prodi dan video mitigasi bencana, menegaskan kebanggaan terhadap prodi, serta pentingnya kesadaran akan keselamatan bersama.

Setelah pembukaan yang khidmat, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari berbagai pihak yang berperan penting dalam kehidupan akademik mahasiswa. Sambutan pertama datang dari Ketua Pelaksana, yang menyampaikan ucapan selamat datang serta gambaran umum mengenai persiapan kegiatan ini. Suaranya yang bergetar karena haru mencerminkan betapa besar harapan panitia agar acara ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta. Disusul oleh sambutan Ketua BEM dan Ketua DPM yang mengenalkan organisasi kemahasiswaan internal prodi. Mereka mengajak mahasiswa baru untuk tak hanya fokus belajar di kelas, tetapi juga aktif berorganisasi sebagai ruang pengembangan diri dan kepemimpinan, hingga akhirnya sambutan dari Ketua Program Studi yang secara resmi membuka kegiatan sekaligus memperkenalkan visi besar Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi kepada seluruh mahasiswa baru. Setiap sambutan disampaikan dengan nada yang menyentuh dan penuh semangat, menghidupkan ruangan dan mengukuhkan rasa bahwa mereka kini telah menjadi bagian dari keluarga besar program studi.
Selanjutnaya, panitia menayangkan video profil Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi. Video ini menampilkan banyak hal mulai dari sejarah berdirinya program studi, fasilitas kampus, kegiatan mahasiswa, hingga prestasi-prestasi yang telah diraih. Mahasiswa baru tampak menyimak dengan serius, beberapa bahkan mengangguk-angguk dan tersenyum saat melihat potret kegiatan organisasi, laboratorium, atau saat mendengar testimoni dari alumni. Setelah video berakhir, tepuk tangan spontan terdengar dari seluruh ruangan, menandakan kebanggaan mereka menjadi bagian dari komunitas ini. Ini bukan sekadar tontonan, tapi juga afirmasi bahwa mereka memilih tempat yang tepat untuk bertumbuh dan belajar.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pengenalan akademik yang dipandu langsung oleh dosen-dosen Prodi. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai sistem perkuliahan, skema KRS, kurikulum, serta pengenalan nama-nama dosen beserta bidang keahliannya. Sesi ini sangat membantu mahasiswa baru memahami ritme akademik yang akan mereka hadapi. Penyampaian yang lugas namun komunikatif membuat mahasiswa merasa lebih percaya diri untuk menjalani masa studi. Setelah sesi akademik yang cukup padat, kehangatan tersebut diperkuat dengan sesi dokumentasi bersama dosen, di mana mahasiswa baru dapat secara langsung berinteraksi, meskipun masih dalam suasana formal. Ini menjadi momen penting karena banyak mahasiswa baru yang sebelumnya belum pernah bertatap muka langsung dengan dosen-dosen mereka. Setelah sesi dokumentasi, suasana kembali dicairkan dengan sesi ice breaking dan games ringan yang dipandu oleh MC dan panitia. Tawa dan sorakan terdengar riuh, memperlihatkan betapa kegiatan ini menjadi ajang transisi yang menyenangkan. Mahasiswa baru saling mengenal, mulai berinteraksi satu sama lain, dan suasana menjadi semakin akrab.
Puncak inspirasi dalam kegiatan ini datang dari sesi pematerian bersama alumni, Teh Unna Hasannah, S.S.I. Sebagai lulusan Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi yang kini telah sukses berkarier, Teh Unna membawakan materi yang bukan hanya informatif, tetapi juga menyentuh dan membakar semangat. Ia bercerita tentang perjalanan kuliahnya, tantangan yang dihadapi, bagaimana ia membagi waktu antara kuliah dan organisasi, hingga bagaimana ia membangun jaringan dan menciptakan peluang kerja dari bekal yang diperoleh selama kuliah. Tips dan trik yang dibagikan terasa sangat relevan, bahkan beberapa mahasiswa tampak mencatat poin-poin penting di buku catatan mereka. Sesi ini diakhiri dengan diskusi interaktif di mana mahasiswa baru menunjukkan partisipasi aktif dengan mengajukan pertanyaan yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Suasana ini membuktikan bahwa penyampaian yang inspiratif mampu membuka wawasan dan menumbuhkan semangat mahasiswa baru untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan mereka. Sebagai bentuk apresiasi, sertifikat pemateri diserahkan secara simbolis kepada Teh Unna, dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang diwarnai senyum ceria seluruh peserta.

Usai sesi pematerian, peserta diajak menyaksikan video profil organisasi BEM dan DPM HIMA Perpusinfo. Video ini menampilkan kegiatan, struktur kepengurusan, serta peran organisasi dalam mewadahi aspirasi mahasiswa. Penayangan ini diharapkan dapat membuka pandangan mahasiswa baru tentang pentingnya berorganisasi dan menanamkan semangat regenerasi. Antusiasme mahasiswa baru pun semakin terlihat ketika acara berlanjut ke sesi penyerahan jas almamater momen yang paling dinanti. Jas almamater tidak hanya menjadi simbol bahwa mereka kini resmi menjadi mahasiswa UPI, tetapi juga tanda bahwa mereka telah memulai perjalanan sebagai insan akademik yang bertanggung jawab.
Sebagai penutup, doa bersama dipanjatkan yang dipimpin oleh salah satu panitia, doa ini menjadi penanda bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah selesai dengan penuh rasa syukur dan harapan yang besar. Suasana khidmat menyelimuti ruangan, dan banyak mahasiswa baru yang tampak terharu karena merasa benar-benar disambut dengan hangat. Sebelum peserta meninggalkan ruangan, panitia mengarahkan sesi dokumentasi terakhir foto bersama antara mahasiswa baru, dosen, panitia, dan alumni untuk mengabadikan kebersamaan yang telah terjalin. Seluruh rangkaian kegiatan MOKAKU Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi 2025 berjalan dengan lancar, penuh semangat, dan meninggalkan kesan mendalam. Mahasiswa baru terlihat sangat antusias dan aktif di setiap sesi, mulai dari awal acara, pematerian, diskusi, hingga kegiatan interaktif lainnya. Semoga semangat ini terus menyala sepanjang perjalanan akademik mereka di prodi tercinta, dan momen ini menjadi awal cerita yang indah dalam lembaran kehidupan mereka sebagai mahasiswa.
Pelaksanaan MOKAKU Prodi Perpusinfo 2025 juga selaras dengan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena menjadi pintu awal pengenalan sistem pendidikan tinggi, keterampilan literasi, serta budaya akademik yang akan membentuk mahasiswa menjadi insan pembelajar sepanjang hayat. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi dan kebersamaan mencerminkan SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, karena membangun lingkungan inklusif, partisipatif, dan demokratis di dalam prodi. Tidak kalah penting, melalui kemitraan dengan alumni, dosen, dan organisasi mahasiswa, kegiatan ini juga menguatkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan kolaborasi lintas generasi untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas.
Dengan semangat tersebut, MOKAKU Prodi Perpusinfo 2025 bukan hanya menjadi ajang seremonial penyambutan, melainkan juga momentum strategis untuk memulai perjalanan akademik yang berkelanjutan, inklusif, dan penuh kolaborasi. (Fitria Dewi/Red)


