Bandung, 17 September 2025 – Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mendapatkan pengalaman luar biasa saat mengikuti kelas Pendidikan Inklusi untuk Lembaga Informasi. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.30 WIB dengan Dosen Pengampu Susanti Agustina, Ph.D. dan Ardiansah, M.I.Kom.
Kelas yang semula berjalan seperti biasa berubah istimewa ketika hadir tamu dari luar negeri, Dr. Milan Regec, akademisi dari Comenius University Bratislava, Slovakia. Beliau menyampaikan kuliah tamu bertema “Digital Accessibility & Bridging the Divide for Students with Disabilities” dengan menggunakan bahasa Inggris dan sesekali bahasa Indonesia, sehingga membuat suasana pembelajaran semakin interaktif.
Dr. Milan menekankan pentingnya aksesibilitas digital bagi penyandang disabilitas, serta bagaimana dunia pendidikan perlu menjembatani kesenjangan yang masih ada. Ia membagikan pengalaman negaranya dalam membangun sistem pendidikan inklusif, termasuk pemanfaatan teknologi mutakhir. Dari penggunaan mesin Braille konvensional, kini penyandang disabilitas telah terbantu oleh aplikasi berbasis suara dan sistem pembaca layar yang mampu memudahkan kegiatan belajar dan membaca.
Respon mahasiswa sangat positif. Mereka antusias mencatat, bertanya, dan terlibat aktif dalam diskusi. Pertanyaan kritis muncul mengenai bagaimana konsep aksesibilitas digital dapat diimplementasikan di Indonesia, mengingat perbedaan infrastruktur dan budaya. Diskusi ini menjadi wadah pertukaran gagasan yang memperkaya wawasan global mahasiswa.
Salah satu mahasiswa juga menyinggung keterbatasan aplikasi pihak ketiga dalam membantu penyandang disabilitas. Pertanyaan ini dijawab Dr. Milan dengan antusias, sembari mendorong agar generasi muda Indonesia berperan dalam menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Bagi para mahasiswa, momen ini memunculkan kesadaran pentingnya menjadi pustakawan yang mampu menciptakan layanan informasi yang ramah dan dapat diakses semua kalangan.
Kegiatan kuliah tamu ini berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
- SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) – Dengan menekankan pentingnya aksesibilitas digital, kegiatan ini mendorong terciptanya sistem pendidikan inklusif yang memastikan tidak ada mahasiswa yang tertinggal.
- SDG 10: Reduced Inequalities (Mengurangi Kesenjangan) – Pemaparan Dr. Milan menggarisbawahi perlunya mengurangi ketimpangan akses informasi bagi penyandang disabilitas.
- SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) – Kehadiran akademisi internasional menunjukkan bentuk kolaborasi global dalam memperkuat kapasitas pendidikan inklusif di Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama, yang meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Senyum cerah yang terekam dalam foto menjadi simbol kebersamaan, harapan, dan semangat untuk mengembangkan pendidikan inklusif di Indonesia. (Nazwa Alia/Red)


