Bandung, 6 Oktober 2025 – Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan kelas praktisi mengajar dalam mata kuliah Preservasi Bahan Pustaka pada Selasa, 30 September 2025. Kelas praktisi mengajar ini dilaksanakan bersama Kak Tiara Desyanti Raharja atau disapa Kak Tiara selaku arsiparis di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bapak Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., dan Ibu Lutfi Khoerunnisa, M.I.Kom., selaku dosen prodi Perpustakaan dan Sains Informasi. Kelas praktisi mengajar ini dilaksanakan secara luring di ruangan smart class prodi Perpustakaan dan Sains Informasi.
Kegiatan pematerian oleh Kak Tiara diikuti oleh mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2023 berjalan lancar dari awal hingga akhir pematerian. Dalam kelas pengajar praktisi ini, Kak Tiara memaparkan seputar manajemen penyimpanan dan preservasi arsip, mulai dari pengelolaan arsip statis dan dinamis, alur preservasi arsip, hingga pengelolaan dan preservasi arsip berdasarkan jenisnya. Hal ini bertujuan agar selain memahami teori preservasi secara umum, mahasiswa juga dapat mengetahui dan memahami bagaimana sebenarnya proses preservasi arsip yang berlangsung di lembaga resmi.
Antusiasme mahasiswa dalam kelas praktisi mengajar ini juga terlihat ketika sesi diskusi dilaksanakan. Mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada Kak Tiara mengenai keterkaitan antar lembaga dalam preservasi arsip, kewenangan lembaga dalam melakukan preservasi arsip, lembaga yang dapat melakukan preservasi arsip delain ANRI (Arsip Nasional RI), kemungkinan kerusakan arsip setelah dilindungi sedemikian rupa, metode pengembalian ph kertas arsip, proses digitalisasi arsip di BRIN sebelum arsip disimpan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab oleh Kak Tiara dengan jawaban yang informatif dan menyeluruh sehingga dapat memberi insight kepada mahasiswa.

Di akhir kelas praktisi mengajar ini, Aufa dan Sabrina selaku perwakilan mahasiswa memberikan kesan dan pesan bahwa kegiatan praktisi mengajar tersebut sangat membuka wawasan mengenai preservasi arsip. Selain itu, Bu Lutfi juga mengarahkan kepada mahasiswa untuk menggali dan menyerap informasi dan ilmu sebanyak-banyaknya dari Kak Tiara dari perjalanan dan pengalamannya dalam menggeluti bidang arsip. Dengan demikian, kelas praktisi mengajar ini tidak hanya sebagai ajang pematerian dari arsiparis, tetapi juga sebagai ajang diskusi antara dosen, mahasiswa dan praktisi terkait preservasi di bidang kearsipan.
Sebagai wujud dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Quality Education) dengan menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman nyata dari praktisi, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan kesadaran pentingnya pelestarian arsip dan bahan pustaka sebagai bagian dari warisan pengetahuan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga mencerminkan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga pemerintah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kearsipan dan informasi.

