Bandung, 5 Oktober 2025 — Mahasiswa baru Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2025 melanjutkan kegiatan kaderisasi LIS Guidance 2025 hari kedua, yang dilaksanakan secara luring di selasar PenMas, Gedung FIP A Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM HIMA Perpustakaan dan Sains Informasi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, dan semangat berorganisasi mahasiswa sejak awal perkuliahan.
Acara dibuka oleh Master of Ceremony dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kang Galing, yang menandai dimulainya kegiatan dengan penuh khidmat. Sesi pertama diisi oleh Kang Dimas Saputra yang memberikan materi dan diskusi mengenai motivasi dan manajemen organisasi, membekali mahasiswa baru dengan pengetahuan dasar kepemimpinan serta pentingnya pengelolaan organisasi mahasiswa.
Sesi kedua dilanjutkan dengan sosialisasi SPPKS (Sistem Penilaian dan Pemantauan Kegiatan Kemahasiswaan) yang dibawakan oleh Kang Abu Muhammad Fauzan, guna memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru terkait mekanisme kegiatan kemahasiswaan di lingkungan UPI. Setelah sesi materi, acara dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh MC untuk mencairkan suasana dan memperkuat keakraban antar peserta.
Setelah waktu istirahat, sholat, dan makan (Ishoma), kegiatan berlanjut ke agenda utama yaitu pemilihan Koordinator LIS World 2025. Dalam sesi ini, para kandidat menyampaikan visi dan misi mereka serta mengikuti uji publik oleh peserta, juga oleh akang-teteh dari BEM dan DPM. Setelah proses pemaparan dan tanya jawab, dilakukan sistem voting oleh seluruh peserta, dan hasilnya Kang Arsyad terpilih sebagai Koordinator LIS World 2025. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi evaluasi bersama, pembacaan doa, dan dokumentasi yang dipandu oleh panitia dari bidang PDD. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan penuh semangat kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, LIS Guidance 2025 hari kedua turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan nilai-nilai kepemimpinan, manajemen diri, dan pembelajaran sosial di luar kelas, SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menciptakan ruang partisipatif yang adil bagi seluruh mahasiswa baru, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antarorganisasi mahasiswa. Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa baru untuk belajar berorganisasi, berkolaborasi, dan membangun karakter unggul yang siap berkontribusi di lingkungan akademik dan masyarakat (Akmal/red).

