Jakarta, 22 Oktober 2025 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (PSPI) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta menyelenggarakan Kuliah Umum (Stadium General) bertajuk “Biblioterapi sebagai Strategi Meningkatkan Kesehatan Mental Mahasiswa.”
Kegiatan ini menghadirkan Hj. Susanti Agustina, Ph.D., Pakar Bibliotherapy Indonesia dan dosen Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sebagai narasumber utama.
Kegiatan berlangsung di Lt.4 UPT Perpustakaan UNJ dan diikuti oleh 116 peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta tamu undangan. Acara dibuka oleh sambutan dari perwakilan UPT Perpustakaan UNJ, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Koordinator Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi.
Dalam kuliah umum ini, Dr. Susanti Agustina memaparkan bahwa biblioterapi dalam LIS mrmiliki paradigma humanistik-literasi-spiritual dengan pendekatan berbasis teks yang dapat menjadi strategi preventif untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa.
Beliau menjelaskan dua pendekatan utama secara metodologis:
- Biblioterapi sebagai Metode Treatment, digunakan dalam konteks klinis dengan supervisi profesional untuk mengatasi gangguan psikologis tertentu.
- Biblioterapi sebagai Metode Healing, digunakan dalam konteks humanistik dan edukatif untuk memulihkan keseimbangan emosi, refleksi diri, serta pertumbuhan personal dan spiritual melalui teks.
Mahasiswa kemudian diajak untuk mengikuti praktik biblioterapi reflektif, yaitu sesi membaca literatur bertema relasi dan menulis reflektif naratif yang membantu peserta mengenali emosi, mengekspresikan perasaan, serta membangun relasi yang sehat dengan diri sendiri dan orang lain.
Melalui sesi ini, biblioterapi tidak hanya dilihat sebagai terapi, tetapi juga sebagai media edukatif dan kultural untuk membangun kesejahteraan emosional di lingkungan kampus.
Dari hasil refleksi singkat dan umpan balik, sebagian besar peserta mengaku bahwa biblioterapi merupakan metode yang unik, inspiratif, dan membantu mereka lebih mengenal diri sendiri.
Beberapa mahasiswa menyampaikan bahwa praktik ini membuka ruang aman untuk mengekspresikan perasaan dan menemukan makna baru dalam pengalaman hidup mereka.

Seorang peserta menuliskan dalam lembar refleksi:
“Melalui biblioterapi, saya belajar berdialog dengan diri sendiri. Literatur kisah dari buku bukan hanya bacaan, tapi juga makna yang mendalam jika didiskusikan”
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik mahasiswa mengenai biblioterapi sebagai bagian dari Ilmu Perpustakaan dan Informasi (LIS), tetapi juga memperkuat fungsi perpustakaan sebagai ruang penyembuhan (healing space) bagi komunitas kampus.
Dengan demikian, biblioterapi diharapkan dapat menjadi strategi preventif dan promotif untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa, sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDG 3 dan SDG 4) – Good Health and Well-being serta Quality Education.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI dan UNJ menunjukkan komitmen untuk mengintegrasikan literasi, kesejahteraan emosional, dan pendidikan karakter dalam ekosistem akademik. Biblioterapi menjadi jembatan antara ilmu, empati, dan kemanusiaan “The art of connecting people with stories, poems, and books.”, tutur Dr. Susanti Agustina (Pusat Kajian Biblioterapi Indonesia, PSPI UPI).

