Bandung, 17 November 2025 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali mengadakan Program Adjunct Professor untuk memperkaya wawasan mahasiswa dalam mata kuliah Manajemen Arsip. Pada kesempatan ini, kuliah tamu menghadirkan narasumber internasional, Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dengan topik “Preservation of Archival Digital Materials: Malaysia’s Perspective.”
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2023. Kuliah ini merupakan bagian dari perkuliahan Manajemen Arsip yang diampu oleh Ibu Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd., dan Ibu Fikri Dwi Oktaviani, M.I.Kom.
Acara diawali oleh pembukaan dari Master of Ceremony, Aufa Fikri Nugraha, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ibu Dr. Hj. Linda Setiawati, M.Pd. Selanjutnya, moderator Ananta Chantika Sari memandu sesi dengan pembacaan curriculum vitae narasumber sebelum memasuki pemaparan materi oleh Prof. Asmadi.
Dalam pemateriannya, Prof. Asmadi menyampaikan penjelasan komprehensif mengenai ruang lingkup kearsipan, mulai dari jenis-jenis arsip, siklus hidup arsip (penerimaan, penggunaan, penilaian, penyusutan, hingga pemusnahan), serta proses pemeliharaan arsip. Beliau juga menguraikan fase-fase penggunaan arsip yang berujung pada tindakan preservasi, panduan pencegahan kerusakan arsip, manfaat pemusnahan arsip, hingga perbedaan pengelolaan arsip di lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan berbagai pertanyaan kritis dari mahasiswa. Di antaranya terkait kebijakan keamanan arsip nasional Malaysia apabila terjadi kebocoran data besar-besaran, perbandingan pendekatan migrasi arsip digital Indonesia dan Malaysia, serta potensi integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan arsip. Mahasiswa juga menyoroti fenomena banyaknya perusahaan swasta yang menyediakan layanan penyimpanan arsip di Malaysia dan alasan lembaga swasta memilih pihak ketiga untuk pengelolaan tersebut. Berbagai pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap perkembangan teknologi informasi dalam kearsipan, baik di lembaga arsip pemerintah maupun swasta.
Kegiatan ditutup oleh MC setelah seluruh rangkaian acara selesai. Melalui kuliah Adjunct Professor ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pengelolaan arsip fisik dan digital, termasuk proses penilaian arsip apakah harus dimusnahkan atau dipreservasi secara konvensional maupun digital.
Program ini menjadi salah satu upaya Perpustakaan dan Sains Informasi UPI dalam memperkuat kompetensi mahasiswa dan memperluas wawasan global terkait praktik kearsipan di tingkat internasional.
Pelaksanaan Program Adjunct Professor Mata Kuliah Manajemen Arsip ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Quality Education dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Melalui kuliah tamu internasional bersama Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari UiTM Malaysia, kegiatan ini memberikan akses pembelajaran bermutu bagi mahasiswa, memperluas pemahaman mereka mengenai pengelolaan arsip fisik dan digital dari perspektif global, serta mendorong peningkatan kompetensi profesional di bidang kearsipan. Kehadiran narasumber internasional juga mencerminkan kolaborasi lintas negara yang sejalan dengan prinsip SDG 17, yaitu memperkuat kemitraan global dalam pendidikan dan pengembangan keilmuan. Dengan demikian, program ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga mengembangkan jejaring akademik internasional yang mendukung pembangunan pendidikan berkelanjutan.

