BANDUNG – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia kembali menggelar Ujian Sidang Skripsi Periode LIV pada hari Selasa, 27 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini dilaksanakan di Ruangan Lantai 9 Gedung FIP B, dimulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.
Sidang kali ini diikuti oleh 10 orang mahasiswa yang terdiri dari lintas angkatan, yakni satu orang angkatan 2019, delapan orang angkatan 2021, dan satu orang angkatan 2022.

Rangkaian acara dibuka di Ruang Smartclass oleh Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Ibu Dr. Linda Setiawati, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan pesan yang sangat menyentuh bagi para calon lulusan.
Ibu Dr. Linda menegaskan bahwa peran prodi dan dosen adalah memberikan bekal ilmu serta pengalaman. Namun, masa depan sepenuhnya berada di tangan mahasiswa itu sendiri.
“Kedepannya kalian yang menentukan, apakah mau kerja, lanjut S2, atau menikah, itu terserah pilihan kalian. Namun harapan kami, kalian bisa terus berkomunikasi dengan pihak prodi. Jaga terus silaturahmi agar tidak terputus,” ujar Ibu Dr. Linda seraya menyemangati mahasiswa untuk memberikan presentasi terbaik mereka.

Untuk memastikan kualitas lulusan yang mumpuni, proses ujian dibagi ke dalam tiga kelompok ruangan sidang (Ruang Ujian 1, 2, dan 3). Para mahasiswa diuji integritas dan kedalaman ilmunya oleh jajaran dewan penguji yang terdiri dari para akademisi ahli di bidangnya.
Adapun dosen-dosen yang bertindak sebagai dewan penguji pada sidang periode ini adalah Ibu Dr. Linda Setiawati, M.Pd., Ibu Dr. Hana Silvana, M.Si., Bapak Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., dan Ibu Hj. Susanti Agustina, Ph.D. Selain itu, tim penguji juga diperkuat oleh Ibu Lutfi Khoerunnisa, S.I.Pus., M.I.Kom., Ibu Yayu Wulandari, S.S.I., M.I.Kom., Bapak Ardiansah, M.I.Kom., Bapak Gema Rullyana, M.I.Kom., serta Ibu Fikri Dwi Oktaviani, M.I.Kom., para penguji memberikan pertanyaan kritis serta masukan konstruktif untuk menyempurnakan penelitian mahasiswa.
Yang menarik pada sidang kali ini adalah kehadiran Dimas Saputra (NIM 2207737). Dimas menjadi satu-satunya mahasiswa laki-laki dalam periode ini, sekaligus peserta termuda dari angkatan 2022. Ia menorehkan prestasi gemilang dengan lulus dalam waktu 3,5 tahun melalui Jalur Rekognisi Publikasi Artikel Sinta 2. Dimas berhasil membuktikan bahwa percepatan masa studi dapat berbanding lurus dengan kualitas akademik yang memuaskan.

Setelah seluruh sesi ujian rampung, acara ditutup kembali oleh Kaprodi. Turut memberikan petuah penutup, salah satu dewan penguji, Bapak Dr. Angga Hadiapurwa, M.I.Kom., mengingatkan para lulusan baru untuk tidak cepat berpuas diri.
“Jangan berpuas diri. Teruslah berusaha mengembangkan kemampuan diri, terutama mental, agar kalian tangguh dan bisa beradaptasi dengan segala tantangan di dunia kerja,” pesan Bapak Dr. Angga.
Acara memuncak pada sesi pembacaan yudisium. Untuk efisiensi waktu, panitia mengumumkan tiga peraih nilai tertinggi pada sidang periode ini:
- Dimas Saputra (Angkatan 2022)
- Adjeng Sisca Alifa Pratiwi (Angkatan 2021)
- Sabrina Mustika Nur (Angkatan 2021)
Rona bahagia terpancar jelas di wajah para mahasiswa. Ketegangan yang dirasakan sejak pagi akhirnya mencair pada sesi musafahah dengan para dosen dan penguji, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penanda sahnya mereka menyandang gelar sarjana baru. Selamat kepada seluruh mahasiswa Perpusinfo UPI yang telah lulus!
Pelaksanaan Ujian Sidang Skripsi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Periode LIV Tahun 2026 sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education. Melalui proses evaluasi akademik yang ketat, objektif, dan berbasis penelitian ilmiah, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menjamin mutu pendidikan tinggi serta mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, dan daya saing di bidang informasi dan kepustakawanan.
Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, terutama dalam aspek penguatan tata kelola institusi pendidikan yang transparan dan akuntabel. Proses sidang yang melibatkan dewan penguji lintas keahlian mendorong terciptanya budaya akademik yang adil, profesional, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Ujian Sidang Skripsi tidak hanya menjadi tahap akhir studi mahasiswa, tetapi juga wujud nyata peran institusi pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang beretika, kritis, dan siap berkontribusi bagi masyarakat berbasis pengetahuan. (Dims/Red.)

