Bandung, 8 Agustus 2025 — Tiga mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yaitu Aisha Diandra Begum Adrian, Dennasya Nur Adzkia S, dan Qanitah Meiline Anindya, sukses menyelesaikan program magang di Perpustakaan Khusus Dinas Sejarah TNI AD. Kegiatan magang ini berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Juli hingga 8 Agustus 2025, bertempat di Jl. Kalimantan No.6, Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung.
Perpustakaan Khusus Dinas Sejarah TNI AD merupakan salah satu perpustakaan khusus yang terbuka untuk umum, dengan koleksi dominan bertema sejarah, baik berbahasa Indonesia maupun asing seperti Inggris, Belanda, Jerman, dan Prancis. Selama menjalani magang, para mahasiswa terlibat aktif dalam berbagai kegiatan pengelolaan perpustakaan, mulai dari klasifikasi buku berbahasa asing, pembuatan katalog manual, labeling, input koleksi ke dalam sistem, hingga pengelolaan konten media sosial. Selain itu, mereka juga berpartisipasi dalam kegiatan dokumentasi di lingkungan Dinas Sejarah TNI AD.
Kegiatan magang ini tidak hanya menjadi wadah praktik akademik, tetapi juga merepresentasikan kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Dari aspek SDG 4: Pendidikan Berkualitas, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan informasi, literasi, serta pemanfaatan teknologi perpustakaan. Dari sisi SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, aktivitas literasi dan pemanfaatan koleksi sejarah turut mendukung kesehatan mental masyarakat melalui peningkatan wawasan serta pemahaman terhadap perjalanan sejarah bangsa. Sementara itu, terkait SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, program ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan lembaga militer dalam membangun kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya program ini, diharapkan magang serupa dapat terus berlanjut sebagai ruang belajar sekaligus laboratorium inovasi layanan perpustakaan. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat peran perpustakaan bukan hanya sebagai pusat pengetahuan, melainkan juga ruang kolaboratif yang berkontribusi nyata dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. (Qanitah/Red, Editor:Yayu)



