Bandung, 3 Oktober 2025 – Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) angkatan 2024 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kunjungan industri UPI Press pada Senin (29/9/25). Kunjungan ini dibagi ke dalam dua sesi, yakni kelas B pada pukul 08.00–10.00 WIB dan kelas A pada pukul 13.00–15.00 WIB. Kunjungan industry ini merupakan bagian dari matakuliah Penerbitan Media yang diampu oleh Dr. Hana Silvana, M.Si dan Ardiansah, M.I.Kom. Rombongan disambut hangat oleh staf UPI Press, menciptakan suasana akrab sejak awal kegiatan. Dalam sambutan pembuka staf UPI Press memperkenalkan sejarah lembaga yang berdiri sejak 2015 dan kini berada di bawah naungan Direktorat Bisnis UPI. UPI Press telah mengalami transformasi dari unit layanan penerbitan menjadi lembaga yang bergerak dengan orientasi bisnis. Pada sesi 2 siang hari diterima langsung oleh Kepala UPI Press Dr. Jatmika Nurhadi, S.S., M.Hum.
Pada sesi pemaparan, mahasiswa memperoleh penjelasan rinci tentang seluruh proses penerbitan buku. Mulai dari tahap pengiriman naskah oleh penulis, proses editing dan penyuntingan konten, penyusunan layout, pengajuan ISBN, hingga percetakan dan distribusi. Setiap tahapan dijelaskan secara detail, termasuk kendala yang kerap muncul di lapangan. Misalnya, pengajuan ISBN sering kali menjadi tahap yang cukup memakan waktu karena memerlukan verifikasi menyeluruh atas keaslian karya dan kelengkapan dokumen yang diajukan. Proses ini mengajarkan mahasiswa bahwa penerbitan tidak hanya soal estetika buku, tetapi juga soal legalitas dan tanggung jawab akademik. Suasana semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka. Salah seorang mahasiswa bertanya, “Apakah setiap universitas wajib memiliki penerbitannya sendiri?” Pertanyaan ini dijawab dengan lugas oleh pihak UPI Press, bahwa tidak ada kewajiban hukum bagi universitas untuk memiliki penerbit, namun sebagian besar universitas negeri di Indonesia, seperti ITB, UB, dan UNISBA, memiliki unit penerbitan untuk mendukung publikasi akademik dosen dan mahasiswa. Mahasiswa juga antusias menanyakan tantangan yang dihadapi UPI Press, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia. UPI Press hanya memiliki lima staf inti, sehingga sebagian harus merangkap tugas mulai dari editing, layout, hingga pemasaran. Meski hanya memiliki tim inti berjumlah lima orang, UPI Press tetap mampu menjaga kualitas penerbitannya dengan mengedepankan kerja sama tim dan kolaborasi dengan pihak eksternal.
Tidak hanya membahas teknis penerbitan, mahasiswa juga diajak untuk memahami strategi pemasaran yang diterapkan. Pegawai UPI Press menuturkan bahwa promosi buku tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga memanfaatkan media sosial, website resmi, dan jaringan penulis-dosen. Bentuk kerja sama eksternal, seperti kolaborasi dengan komunitas penerbitan di Kampung Inggris Pare, turut menjadi strategi memperluas jangkauan distribusi. Hal ini menekankan pentingnya inovasi dalam pemasaran agar produk terbitan tidak hanya berhenti pada publikasi internal, tetapi juga dikenal masyarakat luas. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami teori penerbitan, tetapi juga menyaksikan realitas lapangan, termasuk dinamika dan tantangan industri percetakan akademik. “Sesi tanya jawabnya membuat Kami peserta kunjungan lebih paham bahwa penerbitan bukan hanya soal mencetak buku, tapi juga soal manajemen, strategi, dan kerja sama tim,” ungkap salah seorang mahasiswa.

Usai diskusi, mahasiswa diajak berkeliling ruang kerja UPI Press. Mereka diperlihatkan bagaimana alur kerja percetakan dan penerbitan dijalankan sehari-hari. Salah satu momen yang paling menarik perhatian mahasiswa adalah saat diperlihatkan cara mengepak buku. Banyak mahasiswa tampak antusias bahkan ingin mencoba langsung proses tersebut, yang menambah pengalaman praktis mereka di bidang penerbitan. Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama yang Bersama dosen pengampu, staf UPI Press, serta seluruh mahasiswa peserta kunjungan. Foto bersama ini menjadi simbol kerja sama erat antara dunia akademik dengan praktisi penerbitan. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi diharapkan semakin memahami peran penting penerbitan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, meningkatkan jumlah publikasi akademik, serta memperkuat kontribusi universitas di ranah literasi nasional. Lebih jauh, pengalaman ini juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk melihat peluang karier di bidang penerbitan, baik sebagai penulis, editor, desainer buku, maupun pengelola penerbitan di masa depan.
Kegiatan kunjungan industri ini sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembekalan mahasiswa dengan pengalaman nyata di industri penerbitan yang mendukung pengembangan literasi akademik. Selain itu, keterlibatan UPI Press sebagai lembaga penerbitan berorientasi bisnis juga merefleksikan SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena membuka peluang karier di bidang penulisan, penyuntingan, desain, hingga pengelolaan penerbitan. Lebih jauh, kolaborasi UPI Press dengan komunitas penerbitan lain mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, praktisi, dan masyarakat luas untuk mendukung ekosistem literasi nasional.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi diharapkan tidak hanya memahami teknis penerbitan, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa dunia penerbitan berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan melalui literasi, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

