Bandung, 4 Oktober 2025 — Mahasiswa baru Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi mengikuti kegiatan kaderisasi perdana bertajuk LIS Guidance 2025. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring di Gedung FIP A, Ruang Diskusi, ini diselenggarakan oleh BEM HIMA Perpustakaan dan Sains Informasi sebagai rangkaian pembentukan karakter dan pengenalan budaya akademik dari siswa menjadi mahasiswa.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ibu Suci Yanti Ramadhan, M.A., selaku GKM Kemahasiswaan, dan Kang Emiru’din, selaku Ketua BEM HIMA Perpustakaan dan Sains Informasi periode 2025–2026. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pematerian dan diskusi inspiratif dari beberapa narasumber.
Sesi pertama diisi oleh Kang Kaka Satria yang membahas mengenai konsep diri dan motivasi belajar mahasiswa, memberikan panduan bagi mahasiswa baru untuk memahami potensi dan arah pengembangan diri di dunia perkuliahan. Sesi kedua disampaikan oleh The Anindya Putri Maharani, yang memaparkan materi tentang kecerdasan spiritual serta etika atau adab mahasiswa dalam berkuliah. Sebelum memasuki sesi terakhir, peserta diberikan waktu istirahat untuk makan dan beribadah (ISHOMA). Pematerian terakhir disampaikan oleh Kang Adika Subangkit, yang membahas profil organisasi mahasiswa, pengenalan profesi, serta pelatihan pembuatan CV sebagai bekal menghadapi dunia akademik dan profesional.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Mahasiswa baru aktif berdiskusi dan terlibat dalam setiap sesi. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta dan panitia.
Melalui kegiatan ini, LIS Guidance 2025 turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dengan memberikan pendidikan karakter dan motivasi belajar bagi mahasiswa baru, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pembekalan keterampilan karier seperti pembuatan CV dan pengenalan profesi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan organisasi kemahasiswaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi mahasiswa baru untuk tumbuh menjadi individu yang berintegritas, beretika, dan siap berkontribusi bagi masyarakat (Akmal/red).

