The Blog

UPI, Bandung. Pada hari Kamis, 30 November 2023 mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI Bandung melakukan kunjungan ke Perpustakaan Nasional RI Salemba di Jakarta sebagai salah satu bagian dari praktik pada Mata Kuliah Preservasi Bahan Pustaka. Selain dari angkatan 2021 dan 2022, terdapat satu mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dan tiga mahasiswa dari Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM) yang juga berkesempatan untuk mengikuti kegiatan praktik kunjungan ini. Kegiatan kunjungan didampingi oleh tiga dosen Prodi Perpusinfo yakni Bapak Angga Hadiapurwa, M.I.Kom. selaku pengampu Mata Kuliah, Bapak Ardiansah, M.I.Kom., dan Bapak Riksa A. Permana. Selain Dosen Prodi Perpsuinfo, pada kesempatan kali ini, kegiatan kunjungan praktik juga diikuti oleh Dosen dari UiTM yang sedang mengikuti Program Pertukaran Dosen, yakni  Prof. Madya Ts., dan Dr. Roziya Abu.

Perjalanan keberangkatan menuju Perpusnas dimulai di parkiran Museum Pendidikan Nasional pada pukul 06.00 WIB dan sampai di Perpusnas RI Salemba pada pukul 09.00 WIB. Sesampainya di Perpusnas RI Salemba, acara diawali dengan foto bersama juga sambutan dan pemberian plakat kepada pihak Perpusnas RI sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya untuk menerima kunjungan mahasiswa untuk pelaksanaan praktik preservasi bahan pustaka. Kegiatan preservasi bahan pustaka yang dilakukan oleh Perpusnas RI berada pada gedung E dan dilakukan pada lantai dua hingga lantai enam. Pada setiap lantai tersebut memiliki kegiatan preservasi yang berbeda-beda dimulai dari kegiatan restorasi karya rekam hingga kegiatan reproduksi foto.

Di lantai dua terdapat sub divisi restorasi karya rekam. Mahasiswa belajar mengenai restorasi pada karya-karya rekam, seperti mikrofilm, kaset, dan CD. Di sini juga diperkenalkan berbagai alat dan bahan yang menunjang kegiatan restorasi tersebut, mulai alat pemutar mikrofilm, alat ultrasonik, mesin vakum, JFJ cleaner, kain microfiber, pelumas, dan masih banyak lagi. Selain itu, juga ditunjukkan langkah-langkah restorasi dari restorasi karya rekam ringan hingga berat.

Selanjutnya, menuju ke lantai tiga yang terdapat ruang konversi karya cetak dan tulis. Ruangan ini memiliki tugas pokok dalam pelestarian fisik karya-karya cetak, seperti buku-buku langka, majalah langka, peta, surat kabar, dsb. Selain itu, juga bertugas melestarikan fisik karya tulis, seperti naskah kuno atau manuskrip. Pustakawan menjelaskan secara rinci mulai dari pengisian survei kondisi bahan pustaka terlebih dahulu hingga berbagai macam treatment konversi yang dilakukan, seperti fumigasi, bleaching, deasidifikasi laminasi, enkapsulasi, dan lain-lain. Para mahasiswa juga melakukan praktik enkapsulasi yang merupakan salah satu cara preservasi dengan melapisi bahan pustaka menggunakan plastik khusus yang direkatkan dengan double tape bebas asam. Kemudian lanjut ke lantai empat, yakni bagian ruang penjilidan bahan pustaka. Pustakawan menjelaskan kepada para mahasiswa berkaitan dengan penjilidan bahan pustaka. Seperti koleksi yang tergolong kerusakan ringan, langkah perbaikannya yakni dengan dijilid ulang dan juga ditambal. Pustakawan juga menjelaskan bahwa metode penjilidan tergolong menjadi dua (2) jenis, yakni dengan menggunakan metode lem dan jahit. Tak hanya itu, pustakawan juga menjelaskan bagaimana cara atau metode-metode yang dilakukan dalam proses penjilidan tersebut. Penjilidan yang banyak dilakukan dalam unit ini adalah bahan pustaka berjenis surat kabar, buku, dan bahan pustaka lainnya. Selain penjilidan, unit ini juga membuat tempat penyimpanan untuk bahan pustaka yang telah dilakukan penjilidan, seperti pembuatan cover untuk surat kabar.

Di unit lima biasanya terdapat kegiatan preservasi yang dapat dipraktikan mengenai digitalisasi. Namun pada kunjungan kemarin para mahasiswa belum berkesempatan untuk praktik di ruangan tersebut, sehingga kunjungan langsung menuju ke unit terakhir di lantai enam. Pada unit lantai enam, yakni bagian ruang microfilm dan reproduksi foto. Di ruangan microfilm, pustakawan menjelaskan kepada para mahasiswa terkait macam-macam microfilm (positif dan negatif), jenis bahan pustaka apa saja yang dialih-mediakan dan menjadi media apa, umur atau ketahanan dari microfilm, dan juga bagaimana cara merawat microfilm agar senantiasa bisa digunakan dalam memenuhi kebutuhan informasi suatu individu/kelompok (pengguna). Berlanjut ke ruang reproduksi foto. Di sana para mahasiswa mendapatkan penjelasan dan tutorial mengenai reproduksi foto. Mulai dari pengambilan gambar (mengalihmediakan negatif film), lalu cara mengubah klise menjadi foto digital meliputi peralatan apa saja yang dibutuhkan, proses alih-media, cara mempositifkan gambar/foto dengan menggunakan software pengolah gambar (inverting).

Setelah semua ruangan untuk melakukan preservasi di lantai dua hingga lantai enam telah dikunjungi, para mahasiswa melakukan persiapan untuk kembali pulang ke Bandung setelah istirahat. Dengan adanya kegiatan ini mahasiswa Perpusinfo memperoleh pengalaman dan menambah wawasan baru mengenai proses preservasi bahan pustaka dengan melihat langsung dan menambah pengalaman untuk merawat, mempertahankan dan melestarikan bahan pustaka yang dimiliki.

Kontributor: Maulana Hafid Zulkifli, Ummi Rosyidah, Yezika Rachman, Hafsah Nugraha

Editor: Angga Hadiapurwa, Lutfi Kharunnisa