Subang, 29 Agustus 2025 — Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP UNJ) terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan akademik dan administrasi melalui kegiatan penguatan kapasitas tenaga kependidikan. Kegiatan ini mengusung tema “Biblioterapi untuk Pelayanan Prima Tenaga Kependidikan FIP UNJ” dan dilaksanakan di Sari Ater, Subang, dengan menghadirkan narasumber Hj. Susanti Agustina, Ph.D., dosen Program Studi Library and Information Science (LIS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Dalam sesi pelatihan, Dr. Susanti membahas konsep dasar sekaligus praktik implementasi service excellence dalam konteks perguruan tinggi. Pendekatan biblioterapi dipilih sebagai metode inovatif untuk membantu tenaga kependidikan meningkatkan kemampuan refleksi, komunikasi, serta empati, sehingga layanan yang diberikan lebih ramah, tepat waktu, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pengguna.
Materi yang disampaikan meliputi:
- Prinsip dasar pelayanan prima di perguruan tinggi.
- Keterampilan komunikasi efektif dalam melayani mahasiswa, dosen, dan stakeholder.
- Strategi menghadapi keluhan serta penyelesaian konflik layanan.
- Penerapan etika kerja, empati, dan profesionalisme dalam interaksi sehari-hari.
- Membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan pengguna.
Kegiatan ini tidak hanya memperkuat profesionalisme tenaga kependidikan, tetapi juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): melalui peningkatan layanan akademik yang mendukung pembelajaran bermutu.
- SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): dengan membangun tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi, etika kerja, dan profesionalisme.
- SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh): dengan menciptakan budaya pelayanan yang adil, inklusif, serta mendukung tata kelola perguruan tinggi yang responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika.
Melalui kegiatan ini, FIP UNJ berharap tenaga kependidikan mampu menghadirkan layanan yang unggul dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap pencapaian agenda global pembangunan berkelanjutan.


