Bandung, 12 September 2025. Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia telah menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang berkaitan dengan penelitian “Kompetensi Literasi Digital dalam Personal Branding Mahasiswa Berprestasi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia pada Media Sosial”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 12 September 2025 pukul 13.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari penelitian yang diketuai oleh Dr. Hana Silvana, M.Si., dengan dihadiri anggota peneliti, yakni Lutfi Khoerunnisa, M.I.Kom., Dimas Saputra, Beby Riski Apriliana, dan Intan Nurhasanah. FGD ini mengundang lima orang narasumber, yaitu Bangkit Alamsyah, Kaka Satria Pratama, Tiara Lisania Sidqia, Ruth Agestianti, dan Alda Aulia Nisa. Kehadiran para narasumber dalam forum tersebut bertujuan untuk memvalidasi hasil wawancara sebelumnya dan menggali lebih lanjut temuan terkait literasi digital serta personal branding narasumber. Dalam kegiatan diskusi ini, para narasumber saling membagikan pandangan terkait literasi digital, personal branding, dan platform media sosial dalam membangun personal branding. Para narasumber juga memaparkan pengalaman mengenai arah personal branding, strategi pengelolaan personal branding di media sosial, kompetensi literasi digital yang dimiliki dalam mengunggah konten personal branding, dan jenis-jenis konten yang sering dibagikan.
Dari jalannya diskusi, para narasumber menyampaikan bahwa dalam membangun personal branding di media sosial lebih banyak menggunakan platform Instagram dan LinkedIn. Personal branding yang dibangun diarahkan tidak hanya pada pencapaian akademik, tetapi juga kegiatan organisasi atau aktivitas yang memang bersifat positif. Dalam mengelola konten, para narasumber melakukan pertimbangan terlebih dahulu sebelum mengunggah konten. Mereka melakukan seleksi terhadap konten agar membagikan hal-hal yang bermanfaat dan positif, serta menghindari konten pribadi maupun yang bersifat negatif. Upaya ini menunjukkan kompetensi literasi digital mereka, yaitu kemampuan untuk menyaring informasi sebelum dibagikan dan menyesuaikannya dengan audiens yang dituju. Selain itu, narasumber juga menyampaikan bahwa mereka selalu melakukan verifikasi kebenaran informasi dengan cara memastikan sumbernya berasal dari akun resmi maupun media yang dapat dipercaya sehingga informasi yang dibagikan adalah akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Jenis konten yang rata-rata diunggah berupa aktivitas prestasi, pengalaman organisasi, kegiatan akademik maupun non-akademik, dan hal-hal inspiratif lainnya yang menyesuaikan dan mendukung citra diri masing-masing narasumber.
Dengan terselenggaranya kegiatan FGD ini, diharapkan hasil penelitian dapat membantu memahami pentingnya kemampuan literasi digital khususnya bagi mahasiswa yang sedang membangun personal branding dan menjadi acuan dasar dalam penyusunan program literasi digital bagi mahasiswa.
Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi digital sebagai keterampilan abad 21 yang penting bagi mahasiswa; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk membangun personal branding positif yang dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja; serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan pemanfaatan teknologi digital secara bijak dalam membangun citra diri dan kontribusi profesional. Hal ini menunjukkan bahwa literasi digital tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih inklusif, inovatif, dan berdaya saing. (Intan Nurhasanah/Red)


