Bandung, 10 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah melaksanakan Seminar Hasil Program Penguatan Profesional Kepustakawanan Non-Kependidikan (P3KNK) di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bandung. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian program magang yang telah berlangsung selama 30 hari kerja, sejak 15 September hingga 4 November 2025.
Kegiatan seminar hasil dilaksanakan pada Rabu, 5 November 2025 pukul 14.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ibu Dr. Linda Setiawati, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing sekaligus Kepala Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI; Ibu Tuti Kurniawati, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung; Bapak Arif Rahmatullah, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum; Bapak Didi Rosadi, M.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas; Ibu Dra. Cucu Juarsih selaku Kepala Perpustakaan sekaligus Guru Pamong; serta Ibu R. Eneng Yulianti selaku Pembimbing Harian dan Manajer Perpustakaan SMAN 4 Bandung.
Dalam kegiatan magang ini, mahasiswa melaksanakan empat program utama, yaitu Manajemen Sistem Otomasi (SLiMS), Pengembangan Koleksi, Promosi dan Layanan, serta Literasi Informasi. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan perpustakaan sekolah sekaligus memperkuat layanan berbasis teknologi dan literasi digital.
Pada aspek Manajemen Sistem Otomasi, mahasiswa berhasil mengoptimalkan penggunaan Senayan Library Management System (SLiMS) dengan mengaktifkan fitur Kartu Tanda Anggota (KTA) untuk seluruh siswa kelas X hingga XII, mencetak kode batang koleksi, serta mengimplementasikan laporan kunjungan digital (buku tamu online).
Di bidang Pengembangan Koleksi, mahasiswa turut membantu penginputan data bibliografi, penataan koleksi di rak, serta menghadirkan inovasi baru berupa Pojok Fiksi dengan area khusus yang menampilkan koleksi fiksi populer agar siswa semakin tertarik membaca. Area ini dilengkapi dengan poster dan banner tematik, termasuk poster nomor klasifikasi dan poster penanda rak, untuk memudahkan pencarian koleksi oleh pemustaka.
Pada aspek Promosi dan Layanan, mahasiswa mengelola akun media sosial baru perpustakaan dengan nama @perpustakaan_sman4bdg. Melalui akun tersebut, mahasiswa mempublikasikan lima konten promosi utama, di antaranya perkenalan kepala dan staf perpustakaan, visi dan misi perpustakaan, jam operasional, video layanan dan cara penggunaannya, serta promosi layanan print tugas siswa. Selain itu, mahasiswa juga membuat berbagai poster seperti “Rak Buku Bahasa Sunda”, “Rak Buku Referensi”, dan poster edukatif “Setelah membaca, taruh buku di atas meja”, yang dipasang di area baca untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna.
Sementara itu, pada bidang Literasi Informasi, mahasiswa menyusun Modul Panduan Teknis SLiMS yang telah didaftarkan dan diresmikan sebagai Hak Cipta (HAKI). Modul ini berfungsi sebagai panduan operasional bagi pustakawan dalam mengelola sistem otomasi perpustakaan. Selain itu, mahasiswa juga menyusun materi literasi informasi sederhana untuk membantu siswa memahami cara mencari dan menggunakan sumber informasi secara efektif.

Melalui kegiatan magang P3KNK ini, mahasiswa memperoleh pengalaman profesional sekaligus berkontribusi pada pengembangan perpustakaan sekolah yang lebih modern, kreatif, dan berbasis teknologi. Diharapkan kolaborasi antara Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UPI dan SMAN 4 Bandung dapat terus berlanjut sebagai upaya bersama dalam memperkuat literasi informasi di lingkungan pendidikan.
Kegiatan Seminar Hasil Program Magang P3KNK di Perpustakaan SMA Negeri 4 Bandung memiliki keterkaitan erat dengan SDGs nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs nomor 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperkuat kompetensi profesional kepustakawanan, tetapi juga berkontribusi pada modernisasi pengelolaan perpustakaan sekolah melalui penerapan sistem otomasi, promosi digital, dan pengembangan literasi informasi. Inovasi seperti implementasi SLiMS, pembuatan modul panduan ber-HAKI, dan pengelolaan media sosial perpustakaan menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem literasi dan inovasi di lingkungan sekolah.

