Bandung, 11 November 2025 – Program Penguatan Profesional Kepustakawanan Non-Kependidikan (P3KNK) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia sukses menggelar Seminar Hasil di SMAN 15 Bandung. Kegiatan ini merupakan puncak dari pelaksanaan magang yang berlangsung pada 15 September hingga 4 November 2025 di bawah bimbingan Susanti Agustina, Ph.D. Dihadiri oleh Ibu Dedeh Roehati, S.Pd. selaku Wakasek Kurikulum SMAN 15 Bandung dan Bapak Ruslan Pane, S.Sos. selaku Pustakawan Perpustakaan SMAN 15 Bandung, para mahasiswa yaitu Alvin Tessar Permata, Andini Putri Pramuditha, dan Syifa Diani Fadilah mempresentasikan hasil kerja lapangan berupa peningkatan sistem layanan, optimalisasi pengelolaan koleksi, serta strategi promosi untuk memperkuat eksistensi perpustakaan sekolah.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Perpustakaan SMAN 15 Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat literasi sekolah khususnya di literasi finansial, namun masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan koleksi fiksi, layanan sirkulasi yang belum sepenuhnya terotomasi, dan strategi promosi yang belum maksimal. Sebagai bentuk kontribusi nyata, kelompok P3KNK menghadirkan beberapa inovasi seperti penerapan sistem otomasi berbasis SLiMS, pembuatan materi promosi digital dan cetak, QR code koleksi, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti bookdrop dan banner layanan.
Melalui hasil dan rekomendasi yang dipaparkan, kegiatan P3KNK diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan perpustakaan sekolah yang lebih modern dan partisipatif. Kelompok P3KNK menyarankan peningkatan koleksi bacaan menarik, optimalisasi SDM perpustakaan, serta pelaksanaan berbagai kegiatan literasi untuk menumbuhkan budaya baca di lingkungan sekolah. Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan literasi dan akses informasi yang inklusif, serta SDGs poin 17, yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

