Bandung, 16 September 2025. Dalam upaya mempererat hubungan dan meningkatkan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi lapangan, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi (Perpusinfo) dari Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) kembali menyelenggarakan kegiatan magang untuk mahasiswa semester 7 melalui program yang dikenal sebagai P3NK (Program Pengalaman Profesi Non-Kependidikan). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari kurikulum dan dirancang secara khusus untuk mempersiapkan para mahasiswa agar bisa langsung terjun ke dunia kerja. Fokus utamanya adalah pengelolaan informasi, pengelolaan perpustakaan sekolah, dan lembaga-lembaga informasi lain yang membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut. Pada gelombang pertama tahun 2025 ini, salah satu tempat magang yang menjadi tuan rumah adalah SMAN 4 Bandung.
Acara resmi penerimaan mahasiswa magang dilaksanakan pada Selasa, 16 September 2025, mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB, bertempat di Ruang Multimedia SMAN 4 Bandung. Acara ini dihadiri tidak hanya oleh mahasiswa yang menjalani magang, tetapi juga oleh para pejabat dan staf dari kedua institusi, yakni UPI dan SMAN 4 Bandung.
Beberapa peserta yang hadir dalam acara ini antara lain:
- Firmansyah, S.T., M.Kom. (Plt. Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung)
- Dr. Linda Setiawati, M.Pd. (Ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi FIP UPI) sekaligus menjadi dosen pembimbing lapangan.
- Nursida Sutantri, M.Pd. (Wakil Kepala Sekolah bagian Kesiswaan)
- Arif Rahmatullah, S.Pd. (Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum dan Akademik)
- Dra. Cucu Juarsih (Guru Pamong dari SMAN 4 Bandung)
- Mahasiswa P3NK dan P3K (Sebanyak 10 mahasiswa yang mengikuti program magang: 7 dari program P3K (keguruan) dan 3 dari P3NK (Perpusinfo)) Ketiga mahasiswa dari Program Perpusinfo yang ditempatkan di sekolah ini adalah, Dimas Saputra, Chesa Seva dan Arsyi Laurint.
Pihak penyelenggara membuka acara ini dengan sambutan yang hangat dari Dr. Linda Setiawati, M.Pd.. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pengembangan literasi dan budaya baca di lingkungan sekolah. Kepada para guru pamong, khususnya Dra. Cucu Juarsih dan seluruh staf perpustakaan, Bu Linda menyampaikan harapan agar mereka terus memberikan bimbingan dan arahan yang konstruktif. Bahkan jika diperlukan, teguran dan koreksi juga sangat diperlukan karena proses magang adalah pengalaman belajar, bukan hanya sekadar tugas kerja semata.

Beliau juga menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar kerja sama magang ini tidak berhenti sampai di sini. Sebaliknya, ke depan diharapkan bisa berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, seperti melakukan riset bersama, pengembangan program literasi, bahkan pelatihan yang melibatkan kedua belah pihak demi memperkuat kecakapan dan pengetahuan di bidang perpustakaan dan informasinya. Dengan begitu, sinergi ini akan terus memperkuat posisi kedua institusi sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak.
Dalam sambutannya, Firmansyah, S.T., M.Kom., selaku Plt. Kepala Sekolah SMAN 4 Bandung, menyambut kedatangan para mahasiswa magang dan dengan tulus menegaskan bahwa sekolah sangat terbuka dan berkomitmen untuk menyediakan ruang belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan setiap peserta didik dan mahasiswa. Pak Firmansyah mengingatkan para mahasiswa untuk mengikuti budaya sekolah, termasuk kebiasaan penting seperti hadir pukul 06.30 WIB dan mengikuti kegiatan pembacaan Al-Quran selama 15 menit sebelum memulai aktivitas pagi. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas SMAN 4 Bandung yang bertujuan mengembangkan spiritualitas dan ketenangan batin sebelum memulai hari belajar.
Setelah sesi formal berakhir, Dr. Linda Setiawati menyempatkan diri secara pribadi melakukan kunjungan langsung ke Perpustakaan SMAN 4 Bandung. Di sana, beliau mengadakan dialog dengan Bu Neng Yulianti, staf perpustakaan sekaligus pendamping harian dari para mahasiswa magang.
Dalam percakapan tersebut, beliau memberikan arahan agar Bu Neng tidak ragu meminta bantuan atau memberi tugas-tugas profesional kepada mahasiswa, selama hal tersebut berkaitan dengan kegiatan belajar dan pengembangan kompetensi sebagai pustakawan. Selain itu, beliau menyapa para siswa yang sedang membaca di perpustakaan, mendorong mereka untuk menjadikan perpustakaan sebagai rumah kedua, tempat mereka bisa bertumbuh, belajar, dan menyalurkan minat baca mereka. Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama antara Bu Linda, ketiga mahasiswa magang, dan Bu Neng.
Acara penerimaan resmi berakhir dengan sesi foto bersama seluruh peserta dan pemangku kepentingan. Selama sekitar 30 hari ke depan, ketiga mahasiswa Perpusinfo akan menjalani praktik profesional di SMAN 4 Bandung, sebelum melanjutkan perjalanan magang mereka di lembaga informasi lainnya selama 30 hari berikutnya. Program magang P3NK ini menjadi jembatan emas yang menghubungkan UPI dan berbagai sekolah mitra, agar mereka bisa saling belajar, berbagi ide, dan berkembang bersama demi menciptakan ekosistem pendidikan dan literasi yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih cerah (Dimas Saputra/Red).

