Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang, Sumedang – Kamis (13/11). Mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia mengikuti Grand Final pemilihan duta baca di Kabupaten Sumedang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian yang dimulai sejak tanggal 7-15 Oktober masa pendaftaran, tanggal 16 Oktober pemeriksaan berkas, tanggal 17 Oktober pengumuman kelolosan, 18-31 Oktober masa inkubasi, dan diakhiri grand final pada tanggal 13 November. Pemilihan duta baca ini juga merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada Festival Literasi Kabupaten Sumedang. Pada tanggal 11-13 November, finalis duta baca berpartisipasi dalam setiap kegiatan dalam Festival Literasi seperti, Bedah buku; Talk Show literasi; Lomba mewarnai anak; Bazar buku; Pentas literasi; Pameran UMKM; dan Grand final duta baca.
Kegiatan Pemilihan Duta Baca dilakukan di halaman gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang, disaksikan oleh masyarakat umum dan pelajar SD-SMA di Sumedang. Kegiatan dimulai dengan Opening Speech tiap finalis selama 30-50 detik, dilanjutkan dengan pemilihan 4 besar putra dan putri, diikuti sesi tanya jawab dan final 3 besar. Juri yang bertugas berjumlah tiga orang, yakni Rafly Muhammad Pasha, Bapak Hari Tri Santosa yang juga merupakan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan serta Bunda Literasi. Duta Baca terpilih yang akan mewakili Kabupaten Sumedang ke tingkat Provinsi Jawa Barat adalah Arif Fadilah dan Anggit Siti Khotimah.

Kegiatan Pemilihan Duta Baca Kabupaten Sumedang 2025 memiliki keterkaitan kuat dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Melalui rangkaian kegiatan seperti festival literasi, bedah buku, talk show, dan safari komunitas literasi, program ini mendorong peningkatan budaya baca, akses literasi yang inklusif, dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekosistem pengetahuan lokal. Pemilihan duta baca tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pemberdayaan generasi muda sebagai agen literasi yang berperan aktif dalam membangun komunitas yang cerdas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan adanya paguyuban duta baca yang berkelanjutan, kegiatan ini memperkuat upaya jangka panjang dalam memajukan literasi masyarakat Sumedang secara kolaboratif dan berkesinambungan.
Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal yang baru bagi dunia literasi Sumedang. Finalis yang tidak berhasil menjadi perwakilan Kabupaten Sumedang bersama dengan finalis terpilih tergabung dalam paguyuban duta baca. Setelah grand final, agenda selanjutnya yang akan dilaksanakan antara lain, Pendataan potensi relasi serta bakat minat duta baca; Kumpul perdana Paguyuban Duta Baca dalam rangka regenerasi; Safari Komunitas Literasi di Sumedang; Tindak Lanjut implementasi data potensi relasi dan bakat dan minat; Restrukturisasi Paguyuban duta baca. Diharapkan melalui kegiatan ini memberikan dampak signifikan dalam dunia literasi, khususnya di Kabupaten Sumedang. Duta Baca bukanlah sebuah simbol formalitas, namun merupakan semangat solidaritas dalam tujuan memajukan literasi di masyarakat. (srh/red)

