Bandung, 19 November 2025 – Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Pendidikan Indonesia mengadakan kegiatan Adjunct Profesor untuk mata kuliah Layanan Referensi yang diampu oleh Bapak Gema Rullyana, M.I.Kom., dan Ibu Yayu Wulandari, M.I.Kom. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom dan menghadirkan Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi Mohammed Ghazali dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), branch kedah, Malaysia, dengan topik “Essential Skills for Reference Librarian.” Mahasiswa Perpustakaan dan Sains Informasi angkatan 2023 turut berpartisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan dibuka oleh MC Imelda Allyu Maurahlia Fadillah, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Yayu Wulandari, M.I.Kom., serta sesi foto bersama yang dipandu oleh operator Sarah Sabila, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator Arya Naufal Dharmawan.
Dalam sesi pemaparan, Prof. Asmadi menjelaskan bahwa pustakawan referensi adalah profesional yang berinteraksi langsung dengan pengguna untuk menganalisis kebutuhan pengguna akan informasi, membantu menemukan sumber yang tepat, serta mengajarkan literasi informasi. Dengan memberikan perspektif di Malaysia dan Indonesia, Prof. Asmadi menekankan bahwa peran ini kini sangat berubah di Malaysia pustakawan referensi banyak bekerja sebagai Teaching Librarian, Instruction Librarian, Liaison Librarian, atau Research Support Librarian, sementara di Indonesia tanggung jawabnya meluas mulai dari layanan tatap muka, OPAC, membalas pertanyaan melalui surat, fax, email atau live chat (tanya pustakawan) hingga media sosial seperti Instagram untuk mempromosikan layanan referensi. Selain itu, Prof. Asmadi menyoroti kompetensi yang wajib dimiliki pustakawan abad ke-21, seperti kemampuan literasi informasi, literasi data, keterampilan untuk mengelola sumber digital, memahami teknologi baru, dan kesadaran terhadap privasi serta etika digital. Di era digital, pustakawan juga perlu menguasai teknik pencarian lanjutan, layanan referensi digital, instruksi dan pelatihan, kemampuan komunikasi dan interpersonal, pemecahan masalah teknologi, kolaborasi, hingga manajemen proyek. Untuk mahasiswa Ilmu Perpustakaan, beliau menekankan delapan keterampilan inti untuk menjadi pustakawan yang baik yaitu, kemampuan beradaptasi dan fleksibilitas, kecanggihan teknologi, kreativitas dan inovasi, literasi data atau literasi informasi, berpikir kritis, keterampilan digital dan coding, kepemimpinan, serta kecerdasan emosional. Sebagai penutup, Prof. Asmadi menekankan bahwa kualitas seorang pustakawan referensi tidak hanya terlihat dari kemampuannya mencari informasi, tetapi juga dari cara ia membawa diri. Sikap profesional, penampilan yang rapi dan sopan, kebersihan diri, serta kemampuan memberikan layanan yang hangat dan sopan di meja referensi menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan.
Antusiasme para mahasiswa dalam kegiatan ini juga terlihat ketika sesi tanya jawab dilaksanakan. Beberapa dari mahasiswa mengajukan pertanyaan kepada Prof. Asmadi yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Setiap pertanyaan dijawab dengan informatif dan menyeluruh sehingga memberikan wawasan baru bagi para mahasiswa. Sebelum kegiatan ditutup, Muhammad Akmal Khairudhiyya sebagai perwakilan mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan singkat mengenai kegiatan ini, dilanjut oleh Ibu Yayu Wulandari menambahkan beberapa kata penutup sebagai bentuk apresiasi kepada pemateri dan seluruh mahasiswa yang hadir.

Kegiatan Adjunct Professor Layanan Referensi ini memiliki keterkaitan erat dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kolaborasi akademik antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), kegiatan ini memperkuat kualitas pembelajaran mahasiswa dengan menghadirkan perspektif global mengenai kompetensi pustakawan referensi di abad ke-21. Pemaparan Prof. Madya Ts. Dr. Asmadi memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan peran pustakawan di era digital, mencakup literasi informasi, literasi data, etika digital, hingga keterampilan teknologi. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga kompetensi praktis yang selaras dengan kebutuhan dunia profesional. Kolaborasi internasional ini mendorong pembelajaran yang lebih relevan, adaptif, dan inovatif, sehingga mendukung penguatan kapasitas SDM informasi yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
Kegiatan Adjunct Professor pada mata kuliah Layanan Referensi LM304 diakhiri dengan penutupan oleh MC. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang peran dan keterampilan yang diperlukan untuk menjadi pustakawan referensi yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia informasi di masa mendatang.

